Musda Demokrat Riau, Agung Nugroho Melaju Sebagai Calon Tunggal Ketua DPD

Agung Nugroho mengembalikan formulir pendaftaran ke panitia Musda Partai Demokrat Riau. (dok. Istimewa)
Beritariau.com, Pekanbaru - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Riau dipastikan menjadi momentum penting konsolidasi internal partai berlambang mercy tersebut. Dalam proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Riau periode 2026–2031, hanya satu nama yang resmi mendaftar, yakni Agung Nugroho, sehingga ia melaju sebagai calon tunggal.
Tahapan penjaringan calon ketua telah dibuka sejak 5 hingga 12 Mei 2026. Setelah proses pendaftaran ditutup, panitia mencatat tidak ada kandidat lain yang mengajukan diri selain Agung Nugroho. Hal ini disampaikan oleh Panitia Pengarah (SC) Musda VI DPD Partai Demokrat Riau, Eka Buana Putra, yang memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan terus dikoordinasikan dengan BPOKK DPP Partai Demokrat.
Musda Partai Demokrat Riau sendiri dijadwalkan berlangsung di Pekanbaru pada 15 Mei 2026. Agenda ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus menentukan arah perjuangan politik ke depan. Mengusung tema “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan Rebut Kemenangan”, Musda diharapkan mampu memperkuat soliditas kader di seluruh tingkatan.
Persiapan pelaksanaan Musda juga telah dimatangkan, termasuk koordinasi dengan pengurus pusat Partai Demokrat. Sejumlah pejabat DPP dijadwalkan hadir, sementara Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY akan membuka acara secara daring, bersama jajaran pengurus pusat lainnya.
Agung Nugroho sendiri telah mengembalikan formulir pendaftaran pada 14 Mei 2026 dengan dukungan dari 12 DPC kabupaten/kota se-Riau, DPD, serta organisasi sayap partai. Ia menyebut dukungan tersebut merupakan hasil konsolidasi yang telah dibangun di berbagai tingkatan struktur partai.
Dalam keterangannya, Agung menegaskan bahwa ke depan Partai Demokrat Riau menargetkan peningkatan perolehan kursi serta mendorong kader untuk lebih aktif memenangkan kontestasi politik, termasuk pemilihan kepala daerah. Menurutnya, penguatan kader di parlemen akan berdampak langsung pada kemampuan partai memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Musda ini diharapkan menjadi titik awal penguatan strategi politik Partai Demokrat di Riau, sekaligus mempertegas arah gerak partai menuju kontestasi politik mendatang. (*)

