Bupati Siak Dorong BUMD Lebih Mandiri di Tengah Berkurangnya Dana Transfer Pusat

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli
Beritariau.com, Siak - Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan pentingnya transformasi dan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu menjadi penopang ekonomi daerah di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Afni saat menghadiri peluncuran Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2025 dan Whistleblowing System (WBS) yang digelar di Fave Hotel Pekanbaru. Kegiatan itu turut dirangkai dengan penandatanganan pakta integritas oleh Direktur PT Bumi Siak Pusako Zapin, Muttaqim, bersama Komisaris Jhon Priandi.
Dalam sambutannya, Afni mengapresiasi langkah transformasi yang dilakukan PT Bumi Siak Pusako (BSP) Zapin dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, penerapan SMAP dan WBS menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang bersih serta profesional di lingkungan BUMD.
Ia menilai keberadaan BUMD harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan daerah dinilai penting agar keberadaannya tidak justru menjadi beban keuangan pemerintah daerah.
“Kalau tidak memberi manfaat, untuk apa dipertahankan? Hari ini daerah menanggung beban yang tidak sedikit dari BUMD. Bahkan ada yang secara keuangan nol, tapi bisnis tetap berjalan tanpa bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Afni juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang semakin menantang akibat berkurangnya dana transfer pusat. Situasi tersebut, menurutnya, menuntut pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengelolaan BUMD yang sehat, produktif, dan inovatif.
Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya paradigma lama yang menjadikan BUMD sekadar tempat “numpang” tanpa dorongan untuk berkembang secara profesional. Jika pola tersebut terus dipertahankan, maka BUMD dinilai akan sulit tumbuh dan bersaing.
Karena itu, Afni melihat semangat perubahan yang mulai ditunjukkan BSP Zapin sebagai sinyal positif dalam membangun budaya kerja baru di lingkungan perusahaan daerah. Dengan berbagai keterbatasan yang ada, perusahaan dinilai tetap mampu melakukan inovasi dan pembenahan internal.
Selain itu, Afni menekankan pentingnya menjalankan siklus kebijakan secara berkelanjutan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga perbaikan. Menurutnya, sistem tersebut harus diterapkan secara konsisten baik di lingkungan pemerintahan maupun sektor usaha milik daerah.
Ia juga mengingatkan agar implementasi SMAP dan WBS tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Semangat integritas dan pengawasan harus dijaga serta diterapkan secara nyata dalam aktivitas perusahaan sehari-hari.
“Semangatnya harus dijaga. Mulai dari lingkup kecil, lalu berkembang ke skala lebih besar. Ini bagian dari kontrol bersama,” tegasnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu turut menekankan pentingnya akuntabilitas bagi setiap insan yang bekerja di ruang publik. Menurutnya, seluruh pihak harus siap diawasi sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Terkait target bisnis perusahaan daerah, Afni meminta jajaran direksi menyusun target yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai keberanian menetapkan target tinggi harus diiringi kesiapan menghadapi konsekuensi jika target tersebut tidak tercapai.
Di tengah tantangan global dan persoalan energi di daerah, Afni menilai BUMD seperti BSP Zapin memiliki peluang strategis untuk berkembang sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui momentum tersebut, ia mengajak seluruh jajaran BUMD di Kabupaten Siak untuk terus berinovasi, memperkuat tata kelola perusahaan, dan membuktikan kinerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. (*)

