Dinas Pariwisata Rohil Kembangkan Aplikasi Digital untuk Mudahkan Wisatawan Bakar Tongkang

Beritariau.com, Rohil - Perhelatan budaya tahunan Bakar Tongkang kembali menjadi perhatian menjelang pelaksanaannya pada tahun 2026. Tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang digelar di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir Regency, itu diprediksi akan dipadati puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Setiap tahunnya, event budaya yang telah masuk dalam kalender pariwisata nasional tersebut mampu menarik sekitar 60 ribu wisatawan. Namun pada tahun 2026, jumlah pengunjung diperkirakan meningkat lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu panitia pelaksana Bakar Tongkang 2026, Budi, mengatakan lonjakan pengunjung diprediksi terjadi karena pelaksanaan event bertepatan dengan masa libur sekolah.
“Kemungkinan akan membludak karena tahun ini bertepatan dengan libur sekolah,” ujarnya di sela rapat persiapan penerapan sistem pembayaran QRIS yang diinisiasi Bank Indonesia.
Ia menegaskan bahwa Kota Bagansiapiapi merupakan satu-satunya lokasi resmi pelaksanaan Bakar Tongkang yang masuk dalam kalender event pariwisata nasional Indonesia.
Menurutnya, meskipun ada pihak lain yang menyelenggarakan ritual serupa di daerah berbeda, pelaksanaan tersebut tidak diperbolehkan berlangsung pada waktu yang sama dengan event resmi di Bagansiapiapi.
“Yang jelas, hanya Kota Bagansiapiapi yang merupakan satu-satunya pelaksanaan Bakar Tongkang yang termasuk dalam event pariwisata nasional,” tegasnya.
Mengantisipasi membludaknya jumlah wisatawan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rokan Hilir mulai menyiapkan berbagai inovasi berbasis digital untuk mendukung kenyamanan pengunjung selama berada di Bagansiapiapi.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rokan Hilir, Hari Dharma Putra, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan sebuah aplikasi wisata digital yang akan menjadi pusat informasi bagi wisatawan.
Aplikasi tersebut nantinya akan memuat berbagai informasi penting mulai dari penginapan, transportasi, rental kendaraan, pusat kuliner, hingga layanan penunjang wisata lainnya.
Wisatawan nantinya cukup memindai barcode atau QR code yang dipasang di sejumlah titik strategis untuk mengakses seluruh informasi tersebut melalui telepon pintar mereka.
“Kami ingin wisatawan tak lagi datang dengan tangan kosong informasi. Satu pindaian, semua kebutuhan terjawab,” ujar Hari Dharma Putra.
Melalui aplikasi itu, para pelaku usaha lokal juga diberikan kesempatan untuk mempromosikan usahanya secara langsung kepada wisatawan.
Dinas Pariwisata meminta pemilik usaha seperti hotel, penginapan, rumah makan, jasa transportasi, hingga UMKM untuk mendaftarkan usahanya ke admin dinas dengan melengkapi titik koordinat lokasi usaha, foto usaha, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.
Menurut Hari Dharma Putra, langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan Bakar Tongkang tahun sebelumnya.
Saat itu, banyak wisatawan mengaku kesulitan menemukan penginapan, transportasi, hingga informasi kuliner lokal karena keterbatasan akses informasi yang terintegrasi.
Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan pengalaman wisatawan pada pelaksanaan tahun 2026 menjadi lebih nyaman dan tertata.
Selain menyiapkan aplikasi digital, pemerintah daerah juga mulai mendorong penggunaan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS di area pelaksanaan event.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempermudah transaksi wisatawan sekaligus mendukung transformasi digital sektor pariwisata dan UMKM di Kabupaten Rokan Hilir.
Tak hanya menyasar wisatawan domestik, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga berupaya memperluas promosi Bakar Tongkang hingga ke pasar internasional.
Aplikasi wisata digital tersebut rencananya akan dipromosikan di sejumlah bandara internasional yang menjadi pintu masuk wisatawan asing ke Indonesia, seperti Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, serta Bandar Udara Internasional Hang Nadim.
Langkah ini dianggap penting karena selama ini banyak wisatawan mancanegara mengetahui event Bakar Tongkang hanya melalui informasi dari komunitas atau kedutaan besar mereka di Indonesia.
“Karena tahun lalu, turis yang datang hanya mengetahui event ini melalui duta besar mereka di Indonesia,” kata Hari Dharma Putra.
Pemerintah daerah berharap inovasi digital tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
Dengan semakin mudahnya akses wisatawan terhadap informasi usaha masyarakat, mulai dari penginapan, kuliner, hingga jasa transportasi, diharapkan manfaat ekonomi dari event budaya berskala nasional ini dapat dirasakan lebih merata oleh warga Bagansiapiapi dan sekitarnya. (*)

