SUPAS 2025: Gen Z dan Milenial Dominasi Penduduk Riau, Bonus Demografi Masih Terjaga

Beritariau.com, Pekanbaru - Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa struktur demografi di Provinsi Riau semakin dinamis, dengan dominasi kuat dari generasi muda. Jumlah penduduk Riau kini mencapai 6,82 juta jiwa, meningkat signifikan dibandingkan 5,54 juta jiwa pada Sensus Penduduk 2010.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk dalam beberapa tahun terakhir cenderung melambat, dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 1,34 persen per tahun. Meski demikian, struktur usia penduduk masih memberikan peluang besar bagi pembangunan daerah.
Dominasi usia produktif menjadi salah satu indikator utama. Sebanyak 68,69 persen penduduk berada dalam kelompok usia kerja, menandakan bahwa Riau masih berada dalam fase bonus demografi. Namun, peningkatan rasio ketergantungan hingga 45,58 persen menjadi catatan penting, karena setiap 100 penduduk produktif kini menanggung sekitar 46 penduduk nonproduktif.
Dari sisi generasi, komposisi penduduk Riau didominasi oleh Generasi Z sebesar 26,70 persen, disusul generasi milenial sebesar 24,77 persen. Kedua kelompok ini mencakup hampir separuh populasi, sekaligus mencerminkan potensi besar tenaga kerja produktif di masa depan.
Di bidang fertilitas, Angka Kelahiran Total (TFR) tercatat sebesar 2,21, mendekati tingkat penggantian (replacement level) yang ideal untuk menjaga keseimbangan populasi. Sementara itu, kualitas kesehatan juga menunjukkan perbaikan, ditandai dengan penurunan Angka Kematian Bayi (IMR) menjadi 13,28.
Mobilitas penduduk turut membentuk dinamika baru. Sebagian besar wilayah di Riau menjadi tujuan migrasi, dengan Kabupaten Kampar mencatat migrasi risen neto tertinggi. Sebaliknya, Kota Pekanbaru mengalami migrasi neto negatif terbesar, menunjukkan adanya pergeseran pola persebaran penduduk.
Di sisi lain, tantangan demografi mulai muncul. Persentase penduduk lanjut usia mencapai 8,65 persen, mendekati fase ageing population. Kondisi ini menuntut kesiapan kebijakan jangka panjang, terutama dalam sektor kesehatan dan perlindungan sosial.
Secara keseluruhan, hasil SUPAS 2025 memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi kependudukan Riau saat ini. Data ini diharapkan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam memaksimalkan potensi bonus demografi sekaligus mengantisipasi tantangan di masa depan. (*)

