Advertorial
Pertajam Kemampuan SDM, Bank Riau Kepri Undang Mantan Menteri
.jpg)
CINDERAMATA - Komisaris Utama Bank Riau Kepri HR Mambang Mit Menyerahkan Cinderamata Kepada Bomer Pasaribu dan A. Kemalsjah Siregar | Isttimewa
Beritariau.com, Pekanbaru – Bank Riau Kepri kembali tak mau hanya berdiam diri terhadap perkembangan ekonomi gloal. Upayya mempertajam wawasan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, tetap dipacu. Kali ini, melalui Seminar nasional Pengelolaan SDM dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi serta Penyelesaian Hubungan Industrial dalam konteks Good Corporate Governance (GCG), Bank Riau Kepri sengaja menghadirkan sejumlah pemateri yang cukup dikenal handal pada Rabu (20/07/16) di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri.
Diantaranya, Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid, Bomer Pasaribu dan Kemalsjah Siregar.
Seminar Nasional yang dibuka oleh Asisten II Setdaprov Riau Masperi juga dihadiri Kepala Kantor OJK Provinsi Riau M. Nurdin Subandi, Komisaris Utama PT. Bank Riau Kepri HR. Mambang Mit dan Komisaris Sarjono Amnan, Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari, Direktur Operasional Denny M. Akbar, Direktur Dana dan Jasa Nizam, Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Eka Afriadi.
Dalam Seminar, Bomer mengupas tema “Pengelolaan SDM” dalam menghadapai tantangan Globalisasi, banyak menyinggung mengenai Pembangunan berkelanjutan yang dilakukan Indonesia sehingga tercipta negara yang bekerja, kemandirian negara yang mensejahterakan serta terwujudnya revolkusi mental. Bomer juga menyampaikan bahwa framework BAPPENAS untuk pembangunan berkelanjutan yaitu 4 pilar yang terdiri dari SDG (Sustainable Development Goals), Green Economy, Environment serta Governace.
Dalam seminar tersebut Bomer menyampaikan bahwa selain GNP (Gross National Product) ternyata GNH (Gross National Happiness) juga menjadi indikator kesejahteraan suatu negara. GNP merupakan Pendapatan Nasional yang dihitung nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warganegara dan mengeluarkan pendapatan warga asing.
Sedangkan GNH sendiri merupakan Indikator yang mengukur kualitas hidup yaitu Kebahagiaan. Konsep yang dikeluarkan oleh Jigme Singye Wangchuck, raja keempat dari Kerajaan Bhutan, mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak selalu mengarah pada kebahagiaan. Baginya, yang lebih penting daripada pertumbuhan ekonomi, yakni kebahagiaan. Gagasan ini berangkat dari semangat ajaran Budha, yang menekankan bahwa kebahagiaan tidak tergantung dari apa yang kita miliki, tapi kualitas diri.
Pemberi materi selanjutnya adalah putra dari mantan Hakim Agung Alm. Bismar Siregar, yaitu A. Kemalsjah Siregar. Tema yang diangkat Kemalsjah adalah penanganan Perselisihan hubungan industrial dalam konteks GCG. Kemalsjah mengatakan dalam perusahaan sering terjadi perselisihan antara lain perselisihan tentang hak, tentang kepentingan, tentang PHK perselisihan antar SP hanya dalam 1 perusahaan sedangkan untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi diatur dalam UU No. 2 tahun 2004 yang meliputi tahapan : Perundingan Biparte, Mediasi, Konsiliasi, Arbitrase, Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahkamah Agung.
200an peserta yang mengikuti seminar tersebut terlihat antusias dengan materi yang dibawakan oleh kedua Pemateri yang dipandu oleh moderator Viator Butar-Butar. Sesekali pemateri dihujani pertanyaan yang langsung dijawab tuntas. Para peserta yang diundang saat seminar nasional tersebut antara lain , OJK, Bank Indonesia, Reskrimsus Polda Riau, Kejati, BPK, BPKP, Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten/Kota, Bappeda, Dishutbun, BPKAD, Dinas Pertanian, Perguruan Tinggi, BUMD dan seluruh Pemimpin Cabang, Pemimpin Cabang Pembantu dan Pemimpin Kedai PT. Bank Riau Kepri.
Berikan Hadiah Pemenang Karya Tulis Aku dan Bank Riau-ku
Selain seminar, disela-sela acara juga diserahkan hadiah kepada pemenang lomba menulis Aku dan Bank Riau Kepri-ku, yang ditaja Bank Riau Kepri bekerjasama dengan salah satu harian di Pekanbaru. Sebanyak 10 karya terpilih menjadi pemenang dari total 73 peserta yang mengirimkan karya tulis kepada panitia serta berhak atas hadiah berupa uang tunai. Karya tulis berasal dari berbagai dari daerah di Riau, seperti Pekanbaru, Kepulauan Meranti, Siak, Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir. Untuk kategori SMA sebanyak 37 karya tulis dan kategori mahasiswa 36 peserta.
Hadiah diserahkan oleh Asisten II Setdraprov Riau Masperi serta disaksikan oleh Komisaris Utama HR. Mambang Mit dan Dirut DR. Irvandi Gustari.
Usai pemberian hadiah, Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari mengatakan karya tulis yang diadakan bersempena dengan HUT ke 50 Bank Riau Kepri yang jatuh pada 1 April 2016 lalu.
"Tulisan yang masuk bagus-bagus, seperti kritikan pada pelayanan dan ada juga yang bercerita kebingungan tentang apa itu dunia perbankan. Ini tentu akan menjadi PR bagi kita agar lebih giat lagi memberikan literasi tentang perbankan kepada masyarakat," ucapnya.
Irvandi berharap rasa cinta dan peduli terhadap dunia perbankan dapat tertanam sejak dini di kalangan generasi muda di Riau dan Kepri khususnya untuk Bank Riau Kepri. [adv]
