Ribuan Ikan Mati Tercemar Limbah PKS Plat Merah di Rohul

Ribuan Ikan Mati Tercemar Limbah PKS Plat Merah di Rohul

Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Tapung yang beroperasi di Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu diduga telah membuang limbah berbahayanya ke sungai dan menyebabkan ribuan ikan mati.

Kejadian ini berlangsung pada Kamis (21/7/2016) kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Mengetahui hal ini, sekitar pukul 20.00 WIB, ninik mamak, tokoh pemuda dan elemen masyarakat setempat melakukan mediasi dengan H Tajul Arifin, Manager PKS berplat merah ini.

Mediasi yang berlangsung di Kantor Desa Tandun tersebut berjalan alot, sebab perusahaan baru akan menyepakati permintaan masyarakat setempat pada tanggal 28 Juli mendatang.  Ninik Mamak Kecamatan Tandun, Datuk Monguong mengatakan pihaknya akan melakukan tuntutan kepada pihak perusahaan supaya mematuhi aturan yang berlaku di republik ini.

"Menurut aturan pihak perusahaan tersebut seharusnya didenda miliaran rupiah karena telah membuang limbah ke sungai.Jadi masyarakat meminta kepada pihak Pemkab Rohul supaya mendenda perusahaan tersebut paling sedikit Rp1 Milyar. Kemudian memulihkan hayati yang ada di Sungai Tapung tersebut," terang Datuk Monguong, Jumat (22/7/2016).

Sementara itu, Manager PKS Tapung, H  Tajul Arifin ketika dikonfirmasi wartawan mengakui limbah dipabriknya mengalami kebocoran dan kedepanya akan lebih berhati-hati dan segera memperbaiki fasilitas di kolam penampungan limbah.

Terkait persoalan Limbah tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rohul, Hen Irpan mengaku, malam setelah kejadian, pihaknya sudah bekerja keras melakukan pengambilan sampel, juga melaksanakan Treking (uji mutu air, red). di Sungai Tapung.

"Nanti sampel akan kita uji, kita akui adanya dugaan  perusahaan di wilayah Tandun diduga mencerami lingkungan, namun kita masih tahap investigasi, apakah memang benar-benar itu limbah berbahaya atau tidaknya yang jelas segala bentuk laporan masyarakat akan kita tindak lanjuti dan kita respon secepat mungkin," paparnya. [red]