Tragis! Rumah Dilalap Api, Nenek 77 Tahun Ikut Hangus Terbakar

kebakaran di Rohil ikut menghanguskan penghuninya, seorang nenek berusia 77 tahun
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Si jago merah mengamuk dan melalap sebuah rumah semi permanen di Muara Rumbai, Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ludes terbakar pada Senin (18/7) malam.
Dalam peristiwa tragis itu, Hj Halimah, nenek berusia 77 tahun bernama yang merupakan penghuni satu-satunya ikut hangus terbakar.
Epi cucu korban mengaku, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut dari tetangga nenek, sekitar 21:30 WIB. Sang cucu yang berada di kota Pasirpangaraian itu pun segera menuju tempat peristiwa di kecamatan rambah Hilir.
"Saya sampai, rumah sudah hangus terbakar. Dan nenek sudah menjadi korban. Saya gak sanggup melihatnya," ucapnya sambil meneteskan air mata.
Dijelaskanya, terakhir dirinya bertemu dengan sang nenek, ketika perayaan lebaran idul fitri belum lama ini. Pada saat itu, kondisi nenek sendiri masih terlihat sehat.
Ia juga mengungkapkan, nenek memang tinggal sendiri di rumah tersebut, sudah sering keluarga meminta nenek untuk tinggal bersama namun dirinya tidak berkenanan dan memilih untuk tinggal sendiri.
"Dia pernah berkata, selama saya (nenek) masih sehat saya akan tinggal disini. Jadi keluarga tidak bisa berbuat apa-apa. Namun bila nenek sakit baru dia mau tinggal bersama keluarga," tuturnya.
Nenek Halimah dikenal sebagai sosok yang baik dan selalu memberikan nasehat kepada Cucu dan anak-anaknya. Dengan kepergian nenek, tentunya menjadi luka mendalam bagi keluarga.
"Semoga nenek mendapatkan tempat disisinya, dan diterima segala amal perbuatanya," jelasnya, dengan nada terisak-isak.
Sementara, Harun warga sekitar mengungkapkan, si jago merah mulai terlihat melalap bangunan rumah ditempati nenek Limah seorang diri, di jalan ke arah Pasar Muara Rumbai tersebut pada Senin malam sekira pukul 21.30 WIB.
Tak berselang lama, beberapa mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Rohul yang standby di Kantor PMI Rohul di Pasirpangaraian turun ke lokasi untuk memadamkan kobaran api, dibantu warga setempat yang memakai alat seadanya.
"Saat api mulai membesar, masyarakat mencoba menyelamatkan nenek yang berada di dalam rumah. Sempat minta tolong juga bang, namun tidak berhasil menyelamatkanya, sehingga nenek pun menjadi korban keganasan si jago merah," tuturnya.
Hingga saat ini pihak kepolisian yang telah melakukan olah TKP belum bisa memastikan apa penyebab terjadinya kebakaran, namun berdasarkan informasi yang beredar api berasal dari lampu teplok.
Pasalnya dari informasi dari keluarga korban, nenek setiap malamnya menggunakan lampu teplok meski rumahnya sudah dialiri listrik PLN. [cp]

