Bupati Rohil Gelar Rapat Darurat, Siapkan RUPS untuk Benahi Manajemen PT SPRH

Bupati Rohil Gelar Rapat Darurat, Siapkan RUPS untuk Benahi Manajemen PT SPRH

Beritariau.com, Rohil – Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, menunjukkan sikap tegas menanggapi karut-marut pengelolaan BUMD PT Sarana Pembangunan Rohil (SPRH), yang berdampak pada sering kosongnya stok BBM di SPBU milik daerah. Kondisi ini memicu kemarahan publik dan mengganggu aktivitas ekonomi warga, terutama para nelayan.

Menanggapi situasi tersebut, Bupati menggelar rapat darurat di Mess Pemda, Jalan Perwira, Kamis (26/3/2026). Rapat dihadiri Sekda Rohil Fauzi Efrizal, Asisten I Rahmatul Zamri, Inspektorat, jajaran kepala OPD, komisaris dan direksi PT SPRH, serta manajer SPBU Batu 4.

H. Bistamam menegaskan akan segera melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk melakukan pembenahan total, termasuk pemberhentian Direktur Utama dan penunjukan pejabat baru.

“Kita akan segera RUPS demi menjamin kebutuhan BBM masyarakat. Saya tidak mau SPBU terus-menerus kosong dan warga tersiksa,” tegas Bupati. Ia menambahkan tenggat waktu tiga hari agar SPBU Batu 4 kembali beroperasi normal, menekankan bahwa kebutuhan warga, terutama nelayan, menjadi prioritas.

Bupati juga memerintahkan Inspektorat Daerah melakukan audit investigatif secara menyeluruh dan tidak segan membawa temuan penyimpangan ke ranah hukum. “Hasil audit langsung dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum. Siapa yang bermasalah, berhentikan!” tambahnya.

Sekda Rohil, Fauzi Efrizal, menegaskan bahwa kebutuhan BBM meningkat tajam menjelang Lebaran dan ritual Cheng Beng, sementara kuota terbatas hanya 32 KL. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab struktural SPRH dan SPBU agar pelayanan kembali normal.

Inspektur Daerah, Sarman Syahroni, menambahkan bahwa audit tengah dilakukan secara transparan untuk memastikan seluruh aspek manajemen diperiksa. Setelah pembenahan melalui RUPS selesai, administrasi penarikan dana rekening PT SPRH akan diproses kembali agar arus kas SPBU pulih dan masyarakat tidak lagi menghadapi kelangkaan BBM. (*)