Bupati Kampar Imbau Warga Gunakan Sepeda Motor saat Raya Enam untuk Kurangi Kemacetan

Beritariau.com, Bangkinang - Pemerintah Kabupaten Kampar mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan kendaraan roda dua saat perayaan Hari Raya Enam guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas dan kemacetan.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menyampaikan imbauan tersebut menjelang pelaksanaan tradisi tahunan yang dipusatkan di Bangkinang. Dalam surat resmi bernomor 500.11/DISHUB-SET/128, ia meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan roda empat, terutama di titik-titik keramaian.
Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada masa arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, penggunaan sepeda motor dinilai lebih efektif dalam mendukung aksesibilitas di tengah padatnya mobilitas masyarakat.
Hari Raya Enam, yang juga dikenal sebagai tradisi “Hari Rayo Zora” atau ziarah kubur, merupakan agenda budaya dan keagamaan yang memiliki daya tarik besar. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri masyarakat lokal, tetapi juga perantau dari berbagai daerah bahkan luar negeri yang pulang kampung untuk meramaikan perayaan tersebut.
Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan ziarah dan halal bihalal menjadi salah satu alasan utama dikeluarkannya imbauan ini. Kepadatan diperkirakan terjadi di lokasi-lokasi pemakaman serta ruas jalan utama menuju pusat kegiatan.
Sebelumnya, dalam rapat persiapan yang digelar pada 25 Maret 2026, Penjabat Sekretaris Daerah Kampar, Ardi Mardiansyah, menyampaikan bahwa puncak perayaan Hari Raya Enam akan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan tersebut direncanakan turut dihadiri oleh Gubernur Riau.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan ini demi menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar selama berlangsungnya perayaan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengantisipasi potensi kemacetan yang kerap terjadi setiap tahunnya. (*)

