Jelang Idulfitri, Kemenag Cairkan Rp111 Miliar BOS Pesantren Sejak 10 Maret 2026

Beritariau.com, Jakarta – Kementerian Agama melalui Direktorat Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam, telah mencairkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren sejak 10 Maret 2026. Pencairan ini menjangkau 2.724 satuan pendidikan pesantren di seluruh Indonesia dengan total anggaran Rp111,9 miliar.
Bantuan ini menyasar berbagai jenjang, yakni 256 lembaga PDF tingkat Ula, 1.361 lembaga tingkat Wustha, dan 1.107 lembaga tingkat Ulya, termasuk Pendidikan Kesetaraan di Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menegaskan pencairan lebih awal sebagai bentuk komitmen pemerintah menjaga keberlangsungan pendidikan pesantren menjelang Idulfitri. “Kami ingin memastikan layanan pendidikan tetap optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan operasional dan honorarium guru,” ujarnya.
Direktur Pesantren, Basnang Said, menambahkan, pencairan BOS lebih awal memberi fleksibilitas pesantren untuk perencanaan operasional, termasuk pembelajaran dan penguatan sarana pendidikan.
Seluruh penerima diimbau mengelola bantuan secara akuntabel dan transparan sesuai ketentuan, agar penyaluran tepat sasaran. Dengan langkah ini, Kemenag berharap kualitas pendidikan PDF, SPM, dan PKPPS meningkat, serta memberikan manfaat luas bagi santri di seluruh Indonesia. (*)

