Pemkab Inhil Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Concong dan Puting Beliung Kuindra

Beritariau.com, Tembilahan – Respon cepat ditunjukkan Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, menyusul dua bencana yang menimpa warganya dalam waktu berdekatan. Tanpa menunggu lama sejak laporan diterima, ia langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak menyalurkan bantuan kepada para korban.
Musibah kebakaran di Kelurahan Concong Luar menghanguskan 26 rumah dan menyebabkan 3 unit lainnya harus dirubuhkan. Di hari yang sama, angin puting beliung menerjang Desa Tanjung Lajau, Kecamatan Kuindra, merusak sedikitnya 16 rumah warga.
Begitu menerima laporan pada Selasa pagi (3/3), Bupati Herman segera mengoordinasikan penanganan darurat. Tim pemadam kebakaran dan BPBD dari ibu kota kabupaten dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus melakukan pendataan kerusakan.
Tak hanya memastikan penanganan awal berjalan cepat, Herman juga memerintahkan agar bantuan logistik segera disalurkan tanpa penundaan.
“Warga kita sedang tertimpa musibah. Pemerintah harus hadir dan memastikan mereka tidak menghadapi ini sendirian. Bantuan harus segera sampai,” tegasnya, Rabu (4/3).
Sebanyak 29 paket bantuan disiapkan bagi korban kebakaran di Concong Luar. BPBD menyalurkan sembako lengkap serta perlengkapan tidur, sementara Dinas Sosial mendistribusikan lauk pauk siap saji, makanan anak, family kit, dan tenda gulung sesuai data kerusakan rumah.
Untuk korban puting beliung di Tanjung Lajau, sebanyak 16 paket bantuan disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, mi instan, sarden, air mineral, serta perlengkapan dasar lainnya.
Menurut Herman, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi pascabencana.
“Yang terpenting adalah keselamatan jiwa. Soal harta benda, kita upayakan bersama pemulihannya. Pemerintah akan terus memantau dan mendampingi warga hingga kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.
Dengan langkah cepat tersebut, pemerintah daerah berharap beban para korban dapat sedikit teringankan, sekaligus mempercepat proses pemulihan di kedua wilayah terdampak. (*)

