6.000 Personil Polda Riau Siap Siaga di 71 Pos Mudik

6.000 Personil Polda Riau Siap Siaga di 71 Pos Mudik

polisi mengamankan arus mudik (net)

Beritariau.com, Pekanbaru - 6.000 personil Kepolisian Daerah (Polda) Riau turun untuk mengamankan mudik lebaran dalam operasi Ramadniya Siak 2016. Mereka disebar ke 71 pos mudik di seluruh Riau.

Kapolda Riau Brigjend Pol Drs Supriyanto, Kamis (30/6/2016) merincikan, untuk Pekanbaru ada 10 pos, di Dumai ada 5 pos, Bengkalis 9 pos, Rohul 7 pos, Rohil 6 pos, Kuansing 4 pos, Siak 5 pos, Inhil 5 pos, Inhu 5 pos, Pelalawan 5 pos, Kampar 8 pos dan kepulauan Meranti 2 pos.

"Sedangkan untuk rawan laka, Pekanbaru 5 titik, Dumai 3 titik, Bengkalis 10 titik, Rohul 11 titik, Pelalawan 3 titik, Rohil 13 titik, Inhil 5 titik, Siak 4 titik, Inhu 3 Titik, Kampar 4 titik, Meranti 3 titik, Kuansing 2 titik," katanya.

Sedangkan untuk Rawan Kemacetan, di Pekanbaru ada 15 titik, Dumai 1 titik, Rohul 5, Pelalawan 2, Rohil 3, Inhil 1, Inhu 1, Kampar 5, Kuansing 3, Meranti 4, Siak 4.

Kemudian untuk rawan banjir Pekanbaru 5 titik, Dumai 19 titik, Bengkalis 6 titik, Rohul 4, Pelalawan Nihil, Inhu 1 titik, Kampar 1 titik, Kuansing 4 titik, dan Meranti 3 titik. Untuk wilayah rawan longsor, Inhil 1 titik, Inhu 2, Kuansing 2 titik, Siak 2 titik, Kampar 2 titik.

"Pemetaan ini untuk membantu kami dalam menyiapkan langkah antisipasi guna mengurai segala persoalan di atas," kata Supriyanto.

Untuk mengantisiapasi kejahatan jalanan selama operasi Ramadniya 2016, Supriyanto telah menginstruksikan anak buahnya untuk melakukan patroli rutin disepanjang jalur yang dilalui pemudik. Selain itu, intel juga akan disebar dititik rawan kejahatan tersebut.

"Kita maksimalkan pengamanan dijalur mudik. Patroli rutin kita gelar. Anggota yang tidak berseraham juga kita sebar," ungkap Supriyanto.

Supriyanto menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan perhiasan secara mencolok ketika mudik lebaran nanti. Ini merupakan langkah antisiapasi terjadinya tindak kejahatan.

Selain itu, masyarakat juga tidak usah khawatir untuk rumah yang akan ditinggalkan. Namun sang pemilik rumah harus mengecek kondisi kelistrikanya, kompor gas dan lain sebagainya menghindari terjadi hal yang tidak diinginkan. Bahkan kondisi kendaraan juga diteliti kelengkapan dan kondisi mesin kendaraan.

"Masyarakat juga bantu kita untuk tidak menciptakan terjadinya kejahatan. Seperti tidak memakai perhiasan secara mencolok. Selain itu kelengkapan dan kemanan kendaraan sebelum mudik juga harus diperhatikan. Jika lelah beristriahatlah, kan ada pos yang sudah kita dirikan," pungkasnya. [pan]