Polda Riau Tuntaskan 14 Jembatan, Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Desa

Salah satu jembatan di Kabupaten Bengkalis, Riau yang telah selesai dibangun Polda Riau (dok. Polda Riau)
Beritariau.com, Pekanbaru – Polda Riau menuntaskan pembangunan 14 jembatan di berbagai wilayah sebagai bagian dari operasi kemanusiaan pembangunan infrastruktur. Program ini menjadi wujud dukungan terhadap arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam menjamin keselamatan dan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil.
Melalui Satgas Darurat Pembangunan Infrastruktur yang melibatkan 250 personel gabungan dari Satbrimob, Ditpolairud, Ditsamapta, dan Polres jajaran, pembangunan tidak hanya menyasar jembatan, tetapi juga renovasi fasilitas pendidikan dan penyediaan air bersih.
Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, menegaskan bahwa proyek ini bertujuan memastikan anak-anak tidak lagi mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai menuju sekolah.
“Jembatan ‘Merah Putih’ ini menjadi penghubung harapan, membuka akses pendidikan dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Sebaran Pembangunan
Dari total target 26 titik, 14 jembatan telah rampung 100 persen, di antaranya:
- Jembatan 27,5 meter di Desa Gobah, Kabupaten Kampar
- Jembatan gantung 34 meter di Dusun Tanjung Betung, Kabupaten Rokan Hulu
- Jembatan MTsN Jamaatul Darussalam Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir
- Jembatan 30 meter di Gang Danau Toba, Kota Dumai
- Sejumlah jembatan di Kuansing, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu
Selain itu, renovasi sekolah di Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, juga telah diselesaikan lengkap dengan pembangunan sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih.
Sebanyak 13 titik lainnya kini memasuki tahap akhir pengerjaan, dengan progres mencapai 95–99 persen. Meski menghadapi tantangan cuaca dan kendala teknis di lapangan, personel tetap bekerja hingga 12 jam per hari demi memastikan proyek selesai tepat waktu.
Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Riau. (*)

