Update Banjir Sumatra: 811 Orang Meninggal Dunia, 623 Warga Masih Hilang

Pemandangan udara menunjukkan area yang rusak akibat banjir bandang di Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, Minggu (30/11/2025). (REUTERS/Willy Kurniawan)
Beritariau.com, Jakarta - Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus meningkat. Hingga Rabu (3/12/2025) pukul 15.33 WIB, jumlah korban meninggal tercatat mencapai 811 orang.
Selain itu, terdapat 623 warga yang masih dilaporkan hilang, sementara lebih dari 2.600 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang menerjang pada akhir November 2025 tersebut.
Korban jiwa terbanyak berasal dari Kabupaten Agam dengan 143 orang meninggal, disusul Aceh Utara 112 orang, Tapanuli Tengah 86 orang, dan Tapanuli Selatan 79 orang.
BNPB melaporkan bahwa total 3,2 juta penduduk di 49 kabupaten/kota terdampak bencana ini. Rinciannya meliputi sekitar 1,4 juta warga di Aceh, 1,7 juta di Sumatra Utara, dan sekitar 140.500 orang di Sumatra Barat.
Lonjakan jumlah pengungsi juga sangat besar. Di Aceh, lebih dari 1,5 juta warga harus meninggalkan rumah mereka. Di Sumatra Utara tercatat 538.800 pengungsi, sementara di Sumatra Barat jumlahnya mencapai 106.200 orang.
Kerusakan infrastruktur pun meluas. Lebih dari 3.600 rumah rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, dan sekitar 4.900 rumah rusak ringan. Sejumlah sekolah, rumah ibadah, jembatan, dan fasilitas umum lainnya juga dilaporkan hancur diterjang banjir dan longsor. (*)

