Pasca Penahanan Brigadir Riki di Malaysia, Polda Riau Periksa 4 Anggota Polair

Pasca Penahanan Brigadir Riki di Malaysia, Polda Riau Periksa 4 Anggota Polair

Kapal Polair sedang berpatroli di perairan Indonesia

Beritariau.com, Pekanbaru - Buntut dari penangkapan dan penahanan Brigadir Riki oleh Polisi Malaysia, Bidang Pengamanan Internal (Paminal) Polda Riau melakukan pemeriksaan terhadap empat polisi air lainya.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa (3/5/2016). Ia  mengatakan, Propam Polda Riau telah melakukan ‎pemeriksaan terhadap empat orang personil Polair Polda yang merupakan rekan Brigadir Riki. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Brigadir Riki yang merupakan anggota Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Riau ditangkap Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM)  lantaran melanggar batas wilayah.Ia juga iduga melakukan pemerasan terhadap nelayan negeri Jiran tersebut. 

APMM Malaysia menahannya karena masuk ke dalam wilayah perairan negara tersebut tanpa dilengkapi dokumen pelayaran, dan dokumen kepemilikan senjata api. 

Selanjutnya secara internal, kepolisian mulai melakukan dugaan pelanggaran yang dilakukan Riki saat menjalankan tugasnya. Proses pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan di Mapolda Riau pada Senin (2/4).Yakni terhadap empat orang personil Polair Polda Riau, termasuk kapten (kapal) nya.

"Arah patroli dan tujuan juga dicari tahu, termasuk penyebab kapal sampai memasuki wilayah perairan Malaysia. Itu mau dicari tahu terlebih dulu, kenapa bisa masuk ke wilayah negara lain, ini yang kita tindaklanjuti prosesnya," kata Guntur.

Menurutnya, proses pemeriksaan terhadap sejumlah personil Ditpolair Polda Riau masih dilakukan oleh Bidpropam Polda Riau dibawah Komando AKBP Anggoro Sukartono. 

"Ya, ada beberapa personil Ditpolair yang masih dimintai keterangannya oleh paminal," tegas Guntur.

Guna membebaskan anak buahnya yang dituduh memeras nelayan Malaysia dengan barang bukti uang Ringgit Malaysia sebesar RM 10.000 itu, Guntur menjelaskan, saat ini proses masih menunggu dari Malaysia. 

"Di sana (Malaysia) pihak perwakilan Polri telah berkoordinasi dan melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap Riki. Kita masih menunggu dulu, karena disana juga ada LO (Liaison Officer) kita (Polri)," terang Guntur..

Tuduhan petugas Malaysia yang menyatakan Brigadir Riki memeras nelayan Malaysia dibantah Polda Riau. Sebab, menurut Guntur, pihaknya tidak ingin buru-buru mengonfirmasi jika terdapat kesalahan yang dilakukan oleh personilnya. 

"Masih kita kroscek dulu kebenarannya dengan melakukan komunikasi bersama petugas Malaysia," pungkasnya. [pan]