BPBD Riau Kehilangan Seluruh Armada Helikopter Karhutla, Pemadaman Kini Mengandalkan Tim Darat

Ilustrasi/Net
Beritariau.com, Pekanbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Riau kini menghadapi tantangan baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Setelah kontrak helikopter water bombing habis, seluruh armada udara yang sebelumnya dimiliki provinsi—termasuk Blackhawk UH-60A dan Mi-BAMT—sudah ditarik ke pusat.
Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, menyampaikan bahwa saat ini pemadaman Karhutla hanya mengandalkan tim darat. Beberapa kendala masih muncul, seperti kesulitan memperoleh sumber air di lokasi kebakaran. Daerah terdampak meliputi Kabupaten Kampar, Rokan Hilir, Siak, dan Bengkalis.
“Pemadaman terus dilakukan, namun tim sempat mengalami kendala mendapatkan sumber air,” ujar Edy, Sabtu (15/11/2025).
Meski tanpa helikopter, pihak BPBD menyatakan Karhutla di Riau masih terkendali. Hujan dengan intensitas rendah di beberapa wilayah turut membantu proses pemadaman. Sementara itu, Pemprov Riau telah mengajukan permohonan bantuan helikopter water bombing tambahan untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Sebelumnya, pemerintah provinsi memiliki 11 unit helikopter untuk penanganan Karhutla, termasuk Blackhawk UH-60A, Mi-BAMT, Superpuma, Kamov KA-320, dan beberapa heli patroli seperti Bell 505 dan Bell 412 SP. Semua kini tidak lagi berada di Riau karena habis kontrak dan ditarik ke pusat. (*)

