Keluarga Nyatakan Korban Hidap Gejala Stroke
Serangan Jantung, Supir Travel di Riau Tewas Usai Berbuka

Ilustrasi : Mayat | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Mulyadi (44) seorang supir travel ditemukan tewas setelah berbuka puasa di Jalan H Imam Munandar depan bengkel cat mobil cahaya Terang Kelurahan Tangkerang Timur kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru sekitar pukul 18.30 Wib Senin (07/07/2014). Ia tewas diduga karena serangan stroke mendadak.
Kapolsek Tenayan Raya Kompol Kukuh Yulianto mengatakan, warga Padang sebusuak propinsi Sumatera Barat tersebut ditemukan tak bernyawa pertama kali oleh Tohan (34) warga jalan Singgalang.
"Korban ditemukan tidak bernyawa oleh Tohan, dalam kondisi terbaring di samping mobil Daihatsu Xenia warna coklat dengan nopol BM 1695 QB," kata Kukuh.
Menurut Kukuh, korban ditemukan tewas sendiri, dengan menggunakan celana pendek warna biru dan tidak menggunakan baju.
"Disekitar korban ada makanan, kemudian warga melaporkan ke Mapolsek Tenayan Raya dan korban kemudian dibawa ke rumah Sakit Umum Arifin Ahmad Pekanbaru untuk di visum," ujar Kukuh.
Pada bagian tubuh korban, sambung Kukuh, tidak ada dijumpai tanda-tanda penganiayaan, kemudian korban mengeluarkan kotoran dari duburnya.
"Menurut keterangan paman korban, Mulyadi memiliki riwayat stroke. Sehingga keluarga korban tidak mengizinkan jenazah di autopsi lalu membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi," terang Kukuh.
"Saat ini, jenazah sudah siap untuk dibawa ke kampung halaman oleh keluarganya untuk dimakamkan," pungkas Kukuh. [pan]
Kapolsek Tenayan Raya Kompol Kukuh Yulianto mengatakan, warga Padang sebusuak propinsi Sumatera Barat tersebut ditemukan tak bernyawa pertama kali oleh Tohan (34) warga jalan Singgalang.
"Korban ditemukan tidak bernyawa oleh Tohan, dalam kondisi terbaring di samping mobil Daihatsu Xenia warna coklat dengan nopol BM 1695 QB," kata Kukuh.
Menurut Kukuh, korban ditemukan tewas sendiri, dengan menggunakan celana pendek warna biru dan tidak menggunakan baju.
"Disekitar korban ada makanan, kemudian warga melaporkan ke Mapolsek Tenayan Raya dan korban kemudian dibawa ke rumah Sakit Umum Arifin Ahmad Pekanbaru untuk di visum," ujar Kukuh.
Pada bagian tubuh korban, sambung Kukuh, tidak ada dijumpai tanda-tanda penganiayaan, kemudian korban mengeluarkan kotoran dari duburnya.
"Menurut keterangan paman korban, Mulyadi memiliki riwayat stroke. Sehingga keluarga korban tidak mengizinkan jenazah di autopsi lalu membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi," terang Kukuh.
"Saat ini, jenazah sudah siap untuk dibawa ke kampung halaman oleh keluarganya untuk dimakamkan," pungkas Kukuh. [pan]

