Beredar Kabar Pemilihan Dekan Diulang
Kisruh Pemilihan Dekan, Mahasiswa Fisipol Universitas Riau Terlantar
Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Sejumlah mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR) mengeluh. Urusan administrasinya di kampus tersendar. Tak hanya itu, acara Yudisium yang semula dijadwalkan digelar pada 30 Agustus 2014 lalu jadi tertunda.
J (22), salah satu calon wisudawan mengaku merasa kesal dengan penundaan yang tak tahu sampai kapan.
"Kesal bang, sudah daftar. Tahu-tahunya ditunda sampai waktu yang tak pasti. Ntah apapun masalah disini, kami jadi terkena dampaknya," ujarnya saat dihubungi melalui seluler, Senin (1/9/14).
Penundaan itu secara resmi ditulis dalam pengumuman yang dikeluarkan pihak kampus pada tanggal 28 Agustus 2014 dan dipajang di sejumlah mading kampus pencetak ilmuwan sosial politik itu.
Pantauan di kampus itu, tak hanya J, dua orang mahasiswa yang sedang mengurus administrasi pun terkena imbasnya.
Dari percakapan yang tertangkap, kedua mahasiswa itu tak bisa mengurus surat-surat yang dibutuhkannya akibat adanya polemik proses transisi Dekan Fakultas.
"Kita tidak bisa mengeluarkannya. Dekan masih transisi. Tunggu lah dilantik dekan yang baru," ucap seorang pria yang terdengar dari ruangan Tata Usaha Fisipol UR, Senin (1/9/14). Pria itu adalah lawan bicara J dan temannya. Sayang, ketika dikonfirmasi, dia enggan berkomentar.
Informasi yang dihimpun Beritariau.com, "terlantarnya" keperluan administrasi para mahasiswa ini, erat hubungannya dengan ditundanya pelantikan Dekan Fisipol UR yang baru Terpilih.
Pada 20 Mei 2014 lalu, Safri Harto terpilih sebagai dekan yang baru di Fakultas tempat para Pengamat Politik Riau itu bercokol. Ia menggantikan Ali Yusri yang menjabat selama dua periode.
Beredar kabar, ketika proses pemilihan Dekan, terjadi secara inkonstitusional atau tidak sah secara aturan alias illegal.
Seorang sumber Beritariau.com yang tak ingin disebutkan namanya membenarkan kabar tersebut. Ia menuturkan, pada saat pemilihan Dekan itu, Rektor UR Prof DR Ashalluddin Jalil, dikabarkan tidak setuju dengan proses pemilihan yang diduga telah melanggar aturan.
"Mungkin ada kaitannya dengan proses pemilihan itu. Karena, saat itu ada aksi WO (Walk Out, red) dari para senat yang diduga tak setuju karena ada aturan yang dilanggar saat pemilihan. Bahkan, saya juga diperintah supaya tak ikut campur," kata sumber tersebut.
Bahkan, semenjak peristiwa itu, ramai beredar kabar bahwa pemilihan ulang Dekan Fisipol akan digelar. Kabar lainnya, Safri Harto akan tetap dilantik setelah Rektor UR yang baru Prof Aras Mulyadi pengganti Ashalludin Jalil dilantik. [mar]
J (22), salah satu calon wisudawan mengaku merasa kesal dengan penundaan yang tak tahu sampai kapan.
"Kesal bang, sudah daftar. Tahu-tahunya ditunda sampai waktu yang tak pasti. Ntah apapun masalah disini, kami jadi terkena dampaknya," ujarnya saat dihubungi melalui seluler, Senin (1/9/14).
Penundaan itu secara resmi ditulis dalam pengumuman yang dikeluarkan pihak kampus pada tanggal 28 Agustus 2014 dan dipajang di sejumlah mading kampus pencetak ilmuwan sosial politik itu.
Pantauan di kampus itu, tak hanya J, dua orang mahasiswa yang sedang mengurus administrasi pun terkena imbasnya.
Dari percakapan yang tertangkap, kedua mahasiswa itu tak bisa mengurus surat-surat yang dibutuhkannya akibat adanya polemik proses transisi Dekan Fakultas.
"Kita tidak bisa mengeluarkannya. Dekan masih transisi. Tunggu lah dilantik dekan yang baru," ucap seorang pria yang terdengar dari ruangan Tata Usaha Fisipol UR, Senin (1/9/14). Pria itu adalah lawan bicara J dan temannya. Sayang, ketika dikonfirmasi, dia enggan berkomentar.
Informasi yang dihimpun Beritariau.com, "terlantarnya" keperluan administrasi para mahasiswa ini, erat hubungannya dengan ditundanya pelantikan Dekan Fisipol UR yang baru Terpilih.
Pada 20 Mei 2014 lalu, Safri Harto terpilih sebagai dekan yang baru di Fakultas tempat para Pengamat Politik Riau itu bercokol. Ia menggantikan Ali Yusri yang menjabat selama dua periode.
Beredar kabar, ketika proses pemilihan Dekan, terjadi secara inkonstitusional atau tidak sah secara aturan alias illegal.
Seorang sumber Beritariau.com yang tak ingin disebutkan namanya membenarkan kabar tersebut. Ia menuturkan, pada saat pemilihan Dekan itu, Rektor UR Prof DR Ashalluddin Jalil, dikabarkan tidak setuju dengan proses pemilihan yang diduga telah melanggar aturan.
"Mungkin ada kaitannya dengan proses pemilihan itu. Karena, saat itu ada aksi WO (Walk Out, red) dari para senat yang diduga tak setuju karena ada aturan yang dilanggar saat pemilihan. Bahkan, saya juga diperintah supaya tak ikut campur," kata sumber tersebut.
Bahkan, semenjak peristiwa itu, ramai beredar kabar bahwa pemilihan ulang Dekan Fisipol akan digelar. Kabar lainnya, Safri Harto akan tetap dilantik setelah Rektor UR yang baru Prof Aras Mulyadi pengganti Ashalludin Jalil dilantik. [mar]

