Demo Walikota Firdaus nyaris bentrok, Mahasiswa: Janji Politik ga jelas, malah makan uang rakyat!

Demo Walikota Firdaus nyaris bentrok, Mahasiswa: Janji Politik ga jelas, malah makan uang rakyat!

Foto : Acara Milda BKMT Berhenti Saat Aksi Mahasiswa HIPMI Mendemo Walikota

Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah sebelumnya, Kamis (18/02/16), berunjukrasa mendesak di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau‎, mahasiswa dari Himpunan Muda Indonesia Perjuangan (HMIP), Rabu (24/02/16) siang, kembali beraksi.

Tuntutannya sama, mendesak aparat penegak hukum mengusut ‎dugaan korupsi Pembangunan Perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang diduga merugikan negara mencapai puluhan Milyar rupiah.‎

‎Namun kali ini, aksi itu tak digelar di Kejati dan Polda Riau, melainkan langsung ke Kantor Walikota Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman.

Menariknya, saat menggelar orasi unjukrasa di tepi jalan tepat didepan pagar pintu masuk komplek Kantor, Walikota Pekanbaru Firdaus MT sedang mengikuti acara Milad Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pekanbaru yang digelar di halaman upacara.

Pantauan dilokasi, saat Mahasiswa berorasi, Firdaus yang sedang menyampaikan sambutan terpaksa berhenti dan langsung bersalam-salaman dengan ‎pengurus BKMT.

"Semua janji Politik Firdaus dan kroni-kroninya saat pilkada lalu tak ada ‎yang jelas. Malah mereka memakan uang rakyat," ungkap salah seorang pendemo dalam orasinya.

Mereka juga menyerukan agar penegak hukum mengusut dugaan korupsi proyek perkantoran Pemko di Kecamatan Tenayan Raya senilai Rp1,4 Trilyun.

Aksi ini nyaris terjadi bentrok fisik. Pasalnya, saat pengunjuk rasa‎ berorasi dan memampangkan spanduk hingga memakan setengah dari ruas jalan satu arah itu, Kepala Kesbangpol Pekanbaru Agus Pramono, langsung mendekati dan mencoba menarik spanduk pendemo. Melihat upaya Agus, Broery, selaku Koordinator Umum (Kordum) Aksi ini merespon.

"Sabar pak. Sabar pak," kata Broery melalui pengeras suara kepada Agus agar menghentikan aksinya mencampuri aksi pendemo. "Kau yang sabar. Kau yang sabar," sahut Agus.

Kesal lantaran orasinya dihentikan Agus, Broery pun kembali merespon. "Kami ada izin," ‎katanya.

Saat berdebat dengan Agus, tiba-tiba seorang pria lain berpakaian seragam kedinasan dengan pin nama 'Hendro' diseraga‎mnya datang dari arah Kantor Pemko menghampiri dan mengacungkan jari telunjuknya kearah wajah Broery sambil berkata, "Jangan sembarangan kau! Hati-hati kau!".

‎Broery pun melawan. "Kau siapa? Kami ada izin. Kau siapa?," jawab Broery ke Hendro.

Sesaat kemudian, kegaduhan saling dorong antara pihak Pemko dan pengunjukrasa. Sementara, polisi yang menjaga aksi itu, justru hanya mengarahkan agar aksi tak mengganggu lalu lintas.‎ Dilokasi, tampak Kapolsek Sukajadi Kompol Hermawi ikut mengamankan aksi.

Saat kondisi mulai kondusif, Broery menyatakan kekecewaan atas sikap Pemko yang terkesan menekan mahasiswa. "Kita menyuarakan bahwa seluruh anggaran APBD Pekanbaru yang disalurkan hanya untuk membangun kantor. Malah hari ini demokrasi kita diciderai," ungkap Broery.

Menurutnya, aksi pihak Pemko ini sudah tergolong represif lantaran menekan-nekan dan mencoba membuat gaduh penyampaian aspirasi.

"Polisi saja paham dan tak memaksa kami. Ketika kami berorasi di jalan, tak mungkin kami hambat jalan seluruhnya. Kok dia (Agus) malah campuri penyampaian aspirasi. Soal pengamanan itu, urusan polisi dan kami, bukan dia. Atau ini skenario mengkriminalisasi aksi mahasiswa," katanya. [red]‎