Janjian ketemu, Siswi SMP di Bengkalis dicabuli teman Facebook

Janjian ketemu, Siswi SMP di Bengkalis dicabuli teman Facebook

ilustrasi/net

Beritariau.com, Pekanbaru - M (14 tahun), siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kabupaten Bengkalis tak menyangka bakal dicabuli lelaki yang baru dikenalnya lewat sosial media facebook.‎ Setelah dicabuli saat di pertemuan kedua, pelaku malah kabur meninggalkan korban di rumah kerabatnya.

"‎Pertemuan keduanya dari perkenalan lewat media sosial facebook. Namun akhirnya berbuntut pada tindakan pencabulan," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, ‎Jumat (29/01/16). 

Tak senang, keluarga korban pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut berharap polisi menangkap pelakunya. 

"Korban bersama keluarganya sudah membuat laporan tentang tindak pencabulan yang terjadi pada Minggu 24 Januari lalu," ujar Guntur.‎ 

Guntur menceritakan, awal mula perkenalan korban yang umur itu, saat temannya inisial N memperkenalkan korban dengan pelaku melalui facebook. "Saat itu, mereka belum pernah ketemu sama sekali," ujar Guntur.‎ 

Tersangka diketahui memiliki facebook berkedok perempuan. Kemudian, berteman dengan korban sekitar dua bulan belakangan ini. Dengan hanya berkomunikasi via chatingan, keduanya akhirnya bertemu di Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis. 

"Korban pada saat itu diantar oleh temannya dan langsung di tinggal. Setelah bertemu dengan tersangka, korban sempat kaget, karena mengetahui teman facebooknya adalah lelaki dewasa," jelasnya. 

Tersangka yang diketahui merupakan warga Desa Wonosari ini membawa korban berkeliling kota Bengkalis hingga merenggut mahkota gadis di bawah umur tersebut. ‎Pada malam kejadian mereka janjian bertemu di suatu tempat. Korban kemudian dibawa oleh tersangka berkeliling dan sampai ke Jalan Baru Desa Wonosari.‎ 

"Setelah sampai di Jalan Baru, korban diajak berhubungan intim. Ajakan tersebut awalnya ditolak korban," kata Guntur.

‎Melihat korban menolak, pelaku emosi kemudian mengancam akan melakukan kekerasan dan memaksa korban untuk melayani nafsunya. Karena lokasi sepi dan tidak dapat berteriak, korban pun terpaksa mengikuti kemauan pelaku di semak-semak tersebut.‎

Pasca melakukan hubungan intim, korban pun dibawa ke rumah temannya pelaku,  inisial T (pria), dengan maksud untuk dititipkan. Namun, kata T menolak untuk menolong tersangka, hal itu dikarenakan korban adalah perempuan. 

"Akhirnya, tersangka menitipkan ke rumah tetangganya yang perempuan agar korban dapat menginap satu malam," jelasnya. 

‎Keesokan harinya, korban pun pulang ke rumah dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tua korban. Tak ayal, pengakuan korban membuat keluargany emosi lalu melaporkan kejadian tersebut ke polisi.‎ Hingga kini polisi belum menangkap pelaku dengan alasan masih memburu tersangka yang sudah diketahui identitasnya itu.

"Mudah-mudahan polisi segera menangkap pelaku," pungkas Guntur. [pan]‎