Belasan Hektar Sawah Petani Gagal Panen, Dinas TPH Rohul Usulkan Penggantian Bibit ke Pemprov

Belasan Hektar Sawah Petani Gagal Panen, Dinas TPH Rohul Usulkan Penggantian Bibit ke Pemprov

Sawah Pagi Gogo/net

Beritariau.com, Pasir Pengaraian - Banjir selama dua hari, 14-15 Januari 2016 di Rokan Hulu (Rohul) menyebabkan petani di Desa Rokan Timur Kecamatan Rokan IV Koto mengalami fuso atau gagal panen. 

Untuk mengatasi hal ini, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Rohul mengaku telah mengusulkan bantuan penggantian bibit tanaman padi gogo untuk petani ke Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau.

"Kita sudah sampaikan data luas tanaman padi gogo milik petani Desa Rokan Timur yang terendam banjir sekitar 25 hektar. Sebanyak 17 hektar diantaranya merupakan tanaman padi gogo milik petani mengalami fuso," ungkap Kadis TPH Rohul Mubrizal, Jumat (22/1) kemarin.

Namun pihaknya mengaku belum mendapatkan jawaban dari Distanak Riau, terkait perhatian pemerintah daerah terhadap petani padi di Rokan IV Koto.

"Kita tau sekarang ini masyarakat sangat menginginkan perhatian daripemerintah untuk memberikan bantuan penggantian bibit tanaman padi gogo.Sehingga dapat meringankan beban petani dan tetap bertahan mengembangkan tanaman persawahan di Rokan IV Koto," tuturnya.

Mubrizal merincikan, luas tanam padi di Kecamatan Rokan IV Koto sekitar 1.032 ha. Dari luas tersebut, yang mengalami gagal panen  akibat terendam banjir seluas 17 hektar. Sedangkan 8 hektar lagi tanaman padi gogo terendam banjir, tidak dikategorikan gagal panen.

Tanaman Padi Gogo yang terendam banjir dan mengalami gagal panen milik petani Desa Rokan Timur usianya 120-130 hari. Area ini terkena banjir karena lahannya berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) yang ada di daerah tersebut

Akibat musibah alam itu, petani padi gogo di Rokan IV Koto ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 136 juta. Karena kalau diestimasikan,luas satu hektar bisa menghasilkan 2 ton Padi gogo, dengan harga jual gabah mencapai Rp 4.000 perkilogram. [adv]