Selama 3 hari Kakek bejat cabuli siswa SD pakai jari

Beritariau.com, Pekanbaru - Diusianya mencapai 61 tahun, Asen ternyata masih menyimpan niat cabul yang terpendam. Parahnya, hasrat justru muncul dan dilakukan pada In (8), siswi SD yang merupakan anak tetangganya sendiri yang sedang sakit selama 3 hari sejak tanggal 6, 7 dan 8 Januari 2016.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik mengatakan, tersangka berpura-pura perhatian saat melihat korban sakit, dengan menawarkan untuk memijit korban. Ketika itu, tersangka mendapat kesempatan dan memasukkan jarinya ke dalam kemaluan korban.
"Perbuatan itu dilakukan oleh tersangka sampai tiga kali," ujar Guntur, Selasa (12/01/16).
Menurut Guntur, perbuatan tersangka baru terbongkar ketika ibu korban Su melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolresta Pekanbaru, Senin (11/01/16) lalu.
"Kepada ibunya, korban mengaku mengalami sakit di bagian kemaluannya karena tersangka pernah memasukkan jarinya. Dari pengakuan anaknya itulah, ibu korban mendadak kaget bak disambar petir di siang bolong. Apalagi, tersangka juga merupakan tetangga dekat yang telah lama dikenalnya," kata Guntur.
Korban baru berani menceritakan kejadian itu pada ibunya (pelapor) setelah beberapa hari pasca kejadian. Hasil visum juga membuktikan adanya luka robek di kemaluan korban. Begitu dilaporkan oleh ibu korban, hari itu juga tersangka langsung kita ringkus di rumahnya.
"Atas perbuatannya, tersangka Asen dipastikan dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan," terangnya.
Tersangka mengatakan nekat melakukan kelakuan terkutuk tersebut karena terpancing nafsu birahi sesaat, terutama ketika melihat kemolekan tubuh korban yang sedang sakit dan terbaring lemah tak berdaya.
Untuk melancarkan aksinya, kakek yang sudah memiliki dua orang cucu ini bahkan selalu mengambil kesempatan untuk berpura-pura bertamu ke rumah korban, menawari memijit hingga nekat merenggut kegadisan korban.
Tersangka mengakui perbuatannya dilakukan terhadap korban sejak tanggal 6,7 hingga 8 Jnuari 2016 dengan menggunakan jadi. Pelaku sudah lama mengenal keluarga korban sejak 8 bulan lalu.
"Awalnya saya lihat korban lagi sakit, lalu diurut sebentar sama ayahnya. Tapi karena ayah dan ibunya sibuk, saya kemudian yang menawari pijat. Saya pijat kakinya sampai pahanya, tiba-tiba saya nafsu. Saat itu ayahnya lagi kerja di bengkel tambal ban, ibunya di dapur. Jadi nggak ada yang tahu," ujar Asen. [pan]

