Kasus Perselingkuhan Oknum PNS dan Polisi Dumai, Kejati Riau akan Panggil Atasan Para Tersangka

Kasus Perselingkuhan Oknum PNS dan Polisi Dumai, Kejati Riau akan Panggil Atasan Para Tersangka

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Kasus dugaan perselingkuhan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai berinisial VP (30) dengan seorang oknum Polisi yang bertugas di Polres Dumai, Brigadir Z, Senin (7/12) lalu masih didalami Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau masih mendalami

Diungkapkan Asisten Pengawasan Kejati Riau, Jasri Umar, Kamis (7/1), sebagai upaya pendalaman, pihaknya akan memanggil Kepala Kejari Dumai dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari Dumai, untuk diklarifikasi.

"Mereka ada atasan langsungnya (VP, red). Jadwalnya, minggu depan," lanjut Jasri Umar.

Terhadap terlapor (VP) sendiri, baru akan dimintai keterangan setelah semua saksi diklarikasi. Sementara terhadap suami terlapor, Aswas, Kejati Riau belum bisa memastikan apakah akan turut dimintai keterangan atau tidak.

"Dia (suami VP, red) tidak ada melapor (ke Kejati Riau). Namun yang jelas, proses klarifikasi ini akan terus dilakukan," kata Jasri Umar.

Proses klarifikasi ini bertujuan untuk membuktikan apakah benar atau tidaknya pelanggaran kode etik yang dilakukan. Kalau terbukti, tentu akan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Dumai.

Seperti yang diketahui, kasus ini bermula ketika istri Brigadir Z, berinisial AZ, mendatangi Polres Dumai karena mengetahui jika sang suami tengah berselingkuh. Suaminya berada di salah satu kamar kos-kosan bersama selingkuhannya yang berada di Jalan Sidorejo, Kecamatan Dumai Selatan.

Bersama anggota Opsnal Polres Dumai, akhirnya kamar kos yang dimaksud langsung digeledah. Ternyata benar, sang suami bersama seorang oknum PNS dari Kejari Dumai berinisial VP tengah berada di kamar, yang saat itu diketahui tengah menggunakan baju dinas. Sang istri yang tidak terima langsung emosi dan sempat terjadi keributan di lokasi.

Disaat ribut tersebutlah oknum anggota Polri ini emosi dan menembak perut sang istri. Akibatnya, sang istri harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polres Dumai. [pan]