Wow! Tahun ini, 1.500-an Maling Beraksi di Riau

Wow! Tahun ini, 1.500-an Maling Beraksi di Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Sepanjang tahun 2015, ribuan kasus kejahatan terjadi di Provinsi Riau. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau mencatat, sejak Januari hingga November 2015 ada total 7.722 kasus.

Dirincikan Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Minggu (27/12), ribuan kasus itu dikategorikan menjadi 28 jenis kejahatan. Dimana kasus pencurian dengan pemberatan (curat) atau maling yang paling banyak terjadi, yakni mencapai 1.531 kasus.

"Daerah yang tertinggi kasus Curat berada di kota Pekanbaru, dengan total 460 laporan polisi," kata AKBP Guntur.

Kasus kejahatan terbanyak di urutan kedua adalah kasus penganiayaan dengan angka 1.015 kasus. Kasus ini paling banyak terjadi di Kabupaten Kampar dengan total 198 laporan.

"Diurutan ketiga yaitu kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dengan total 982 kasus, dimana daerah terbanyak terjadi adalah kota Pekanbaru, dengan 391 laporan," katanya.

Kasus terbanyak keempat adalah laporan terkait kasus penggelapan dengan total 767 kasus, dimana kota Pekanbaru masih tercatat paling dominan dengan angka 191 laporan.

Sedangkan kasus kejahatan paling banyak terjadi di urutan kelima adalah pencurian biasa dengan total 668 kasus. ‎"Dalam kasus ini, Kabupaten Rohil jadi daerah paling tinggi, dengan angka 128 laporan," terang AKBP Guntur.

Sedangkan di urutan keenam adalah kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas) atau dikenal dengan nama perampokan dengan angka 418 kasus, dimana kota Pekanbaru paling mendominasi dengan total 87 laporan kasus.

"Urutan ketujuh adalah penipuan dengan sebanyak 389 kasus, dimana 97 kasus dilaporkan terjadi di kota Pekanbaru," ucap Guntur.

Selanjutnya kasus perjudian dengan total laporan 331 kasus, dengan angka tertinggi di Kabupaten Kampar dengan total 69 laporan. Urutan sembilan adalah kasus Cabul dengan angka 240 kasus, dimana daerah yang mendominasi adalah Kabupaten Kampar dengan 74 laporan/.

Urutan terakhir adalah kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan angka 239 kasus, yang didominasi oleh daerah kota Pekanbaru dengan catatan laporan sebanyak 61 kasus. [pan]