Dinilai Tak Transparan, PPK Bonai Darussalam Dilaporkan ke Panwas

Dinilai Tak Transparan, PPK Bonai Darussalam Dilaporkan ke Panwas

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) dari nomor urut 1 (satu), Hafith Syukri-Nasrul Hadi, melaporkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bonai Darussalam ke Panitia Pengawas (Panwas).

Dugaan pelanggaran dan kecurangan oleh PPK Bonai Darussalam dilaporkan oleh Rusli, saksi dari Paslon Hafith Syukri-Nasrul Hadi, Ahad (13/12) malam sekitar pukul 20.32 WIB.

Mereka menyebutkan, Rapat Pleno Rekapitulasi Suara yang dilakukan PPK Bonai Darussalam dinilai tidak transparan.

Ketua Panwas Rohul Hidayati melalui Divisi Hukum, Pengawasan dan Penindakan Panwas Rohul Gummer Siregar, mengungkapkan sedikitnya ada delapan poin yang dilaporkan oleh Tim Paslon Hafith-Nasrul.

"Ada delapan laporan yang dilaporkan ke kami (Panwas Rohul)," ujar Gummer kepada riauterkincom, Senin (14/12).

Laporan pertama, di TPS 2 Desa Teluk Sono seharusnya jumlah pemilih 212 orang, namun tertulis 211 orang. Selain itu ada 19 pemilih terdaftar DPTb-2 yang terindikasi tidak pakai identitas berbasis Nomor Induk Kependudukan atau NIK.

Yang ke tiga, di TPS Desa Pauh, berita acara pleno TPS tidak diteken KPPS. Di TPS 2 Desa Rawa Makmur tidak ditemukan Form Model C1 asli (hologram) pada kotak suara.

Kemudian, ke empat, pada perhitungan suara di TPS 1 Desa Rawa Makmur surat suara sisa ada 10 lembar, namun PPK Bonai Darussalam tidak bisa menunjukkan saat pleno tingkat kecamatan.

Di TPS 5 Desa Kasang Padang jumlah pengguna hak pilih terindikasi melebihi Daftar Pemilih Tetap (DPT). TPS 1 Desa Sontang, pengguna hak pilik DPTb.2 sebanyak 44 orang, setelah diverifikasi ditemukan banyak yang belum punya NIK.

Sedangkan di TPS 2 Desa Sontang, DPTb-2 46 orang, saksi minta dipublikasikan buktinya tidak diperkenankan oleh PPS dan PPK dimasukkan dalam model DA2-KWK (catatan keberatan, atau kejadian khusus).

Selanjutnya, karena baru menerima laporan Ahad malam, Panwas Rohul baru akan memanggil PPK Bonai Darussalam untuk klarifikasi soal laporan tersebut pada hari ini.

"Kita bandingkan nanti, sebab semua TPS kan punya C1," tandas Gummer.

Sebelumnya, Tim Paslon Hafith-Syukri, dalam konferensi pers di Pasirpangaraian mengungkapkan bahwa tim mereka menolak hasilPleno PPK Bonai Darussalam. Mereka menilai pleno tidak transparan karena diindikasi ada kejanggalan di beberapa TPS.

Adanya indikasi pelanggaran dan kecurangan itu, Saksi dari Tim Hafith-Syukri sempat walkout saat Rapat Pleno Rekapitulasi Suara PPK Bonai Darussalam. Bahkan saksi mengajukan nota keberatan dengan mengisi Formulir Model DA2-KWK, sebagai bentuk keberatan.[cp]