Mulyadi: PLN, Penghisap Uang Rakyat Kecil!

Mulyadi: PLN, Penghisap Uang Rakyat Kecil!

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - PLN telah mengumumkan akan melakukan pemadaman bergilir kembali dengan durasi empat jam.  

Menanggapi hal ini, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Mulyadi Amd justru meradang dan mengkritisi kinerja PLN Pekanbaru yang dinilainya 'ngasal'.

Ia menilai buruknya pelayanan PLN akhir-akhir ini dengan jadwal pemadaman yang tak kunjung surut. Karena itu jelas menambah daftar penderitaan masyarakat Kota Pekanbaru.

Padahal penderitaan tersebut masih akan semakin berat dengan kebijakan naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL) awal tahun mendatang.

“Beban masyarakat ini sudah banyak. Sudahlah sulit, janganlah lagi dibuat sulit. Masalah ini (jadwal pemadaman) jelas meresahkan. Kita tahu, mereka (PLN) sudah menipu masyarakat,” ucap Mulyadi, Ahad (13/12).

Menurutnya, PLN selalu memakai cara-cara klasik untuk menipu masyarakat. Katanya, saat tiba musim kemarau, PLN berkilah kekurangan debit air. Namun ketika kelebihan debit air, alasan klasik lain muncul lagi.

“Alasan ini jelas alasan klasik dan terkesan dibuat-buat. Selama ini tidak ada sistem kerja profesional yang dipersembahkan oleh PLN kepada konsumennya kecuali penipuan, penjarahan, perampokan dan pencurian. Itu fakta dan disadari oleh konsumen di Indonesia,” cetusnya.

Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, buruknya pelayanan PLN itu harus segera dibenahi dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Selama hampir 20 tahun lamanya, PLN dipenuhi oleh kinerja dan pelayanan buruk, tak ubahnya seperti diktator penghisap uang rakyat kecil.

“Sudah saatnya pemerintah cerdas mengatasi permasalahan ini, jangan dibiarkan berlarut-larut, tidak ada salahnya pemerintah membuka kran bagi pemasok listrik swasta yang bisa dijadikan kompetitor. Seperti halnya jaringan telekomunikasi dan televisi sekarang sudah bersaing ketat, sehingga bisa memberikan pelayanan baik nantinya bagi masyarakat pekanbaru,” pungkasnya. [bam]