Gantian, Sekarang Polisi Pekanbaru Laporkan Oknum Wartawan yang Hina Polri

Gantian, Sekarang Polisi Pekanbaru Laporkan Oknum Wartawan yang Hina Polri

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Hubungan Polri dan media massa di Riau masih memanas. Setelah insiden pemukulan saat Kongres HMI beberapa waktu yang lalu. Kali ini giliran anggota Polresta Pekanbaru yang melaporkan peristiwa penghinaan yang dilakukan oknum wartawan salah satu media online.

Laporan ini masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, Selasa (8/12) kemarin. Beberapa anggota Polresta Pekanbaru ini melaporkan perbuatan tidak menyenangkan dan penghinaan terhadap institusi Polri.

"Kita sangat menyesalkan hal ini. Ini sebenarnya tidak kita harapkan. Saya nyatakan anggota (polisi) memang salah melakukan pemukulan terhadap yang bersangkutan (oknum wartawan). Tapi saya juga sesalkan oknum wartawan yang melakukan penghinaan tersebut. Bukan menghina orangnya (oknum polisi), tapi justru institusi (Polri) yang dihina," tegas Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Aries Syarief Hidayat.

Namun Aries membantah jika langkah ini disebut pembalasan atas insiden pemukulan di Kongres HMI. Ia menegaskan, pihaknya sama sekali tak bermaksud membalas laporan wartawan tersebut, tapi lebih kepada keseimbangan hukum yang harus dilakukan secara professional.

"Yang kita laporkan penghinaan terhadap institusi Polri. Laporan itu bukan upaya balasan, tetapi untuk mencari keseimbangan hukum," singkatnya.

Ia menambahkan, pasca insiden pemukulan terhadap oknum wartawan, Kapolda Riau, termasuk dirinya bersama pejabat tinggi di lingkungan Mapolresta Pekanbaru telah menyampaikan permintaan maaf. Hanya saja, upaya perdamaian itu ternyata tak berjalan maksimal.

Di tempat terpisah, Wakapolresta, AKBP S Putut Wicaksono juga membenarkan laporan anggotanya ke Mapolda Riau atas dugaan penghinaan yang dilontarkan oknum wartawan media online tersebut.

"Laporannya mengenai dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik institusi Polri yang diucapkan oleh yang bersangkutan (oknum wartawan). Ada kata-kata kotor dengan unsur penghinaan yang diucapkan olehnya sehingga membuat anggota (polisi) kita saat itu marah sehingga terjadilah pemukulan," paparnya. [*]