Riau dilanda Banjir, transportasi terganggu, sekolah diliburkan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohil - Akibat tingginya curah hujan, sejumlah daerah di Provinsi Riau mulai digenangi air. Akibatnya, aktivitas masyarakat baik transportasi, sekolah dan ekonomi masyakarat mulai terganggu.
Di Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko Kabupaten Rohil, sejumlah ruas jalan mulai digenangi air setinggi 30 centimeter. Banjir setinggi lutut orang dewasa itu telah menyebabkan arus transportasi terganggu. Kondisi itu membuat masyarakat mengeluh.
Ridwan (33), Warga Kecamatan Bangko, meminta pemerintah daerah segera memperhatikan daerah yang sedang dilanda banjir tersebut. Pemerintah daerah diminta mencari solusi supaya genangan air segera kering.
"Kami minta kepada pak Bupati tolonglah diperhatikan jalan disini, kasihan warga dan anak-anak sekolah yang setiap pergi dan pulang pakaiannya sering basah bahkan ada yang terjatuh saat melewati jalan tersebut," katanya.
Dirinya menceritakan, genangan air yang menutupi ruas badan jalan sudah terjadi sepekan terakhir. Banjir pun menjadi langganan setiap tahun. Sementara, Ijol (45) mengatakan perlu upaya normalisasi air sungai dan parit disepanjang jalan.
Parit yang semakin dangkal tidak mampu menampung besarnya volume air hujan. Bukan hanya itu pembersihan gorong-gorong parit, sampah dan lalang perlu dilakukan mengantisipasi banjir.
Sementara itu, di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), akibat Banjir yang melanda sejak Selasa (17/11/15), hingga kini masih ada rumah sekolah yang belum bisa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), akibat sekolah masih tergenang air banjir.
Kepala Sekolah Madarasah Ibtidaiyah (MI) Babussalam, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Basir, Rabu (18/11/15) mengatakan sebanyak 245 orang siswa, 18 orang guru dan kepala sekolah, terpaksa harus bergotong-royong untuk membersihkan sekolah.
"Kita terpaksa sudah dua hari sekolah kita liburkan, karena air menggenangi sekolah kita, kita berharap supaya tidak turun hujan lagi. Jika datang banjir anak-anak terpaksa kita liburkan," sebutnya dengan nada sedih saat membersihkan air banjir di sekolahnya.
Terpisah, Kapolsek Rambah AKP Masjang Efendi memastikan kalau kondisi banjir sudah terkendali di seluruh desa di Kecamatan Rambah. Khusus di MI Babussalam, anggota polri bekerja sama dengan Satuan Reaksi Cepat (SRC) dan TNI membantu para guru untuk membersihkan sekolah.
"Kita sudah turunkan anggota kesana, lagi hasil pantauan kita air sudah surut jika hujan tidak turun dipastikan, Kamis (19/11/15), aktifitas KBM sudah bisa dilakukan seperti biasanya," tuturnya.
Terlihat dua unit tangki berwarna merah milik BPBD Rohul serta belasan personil SRC BPBD melakukan pengurasan terhadap air yang tergenang banjir di halaman sekolah, sebab kondisi air masih setinggi lutut orang dewasa, meskipiun sekolah berbentuk panggung. [red]

