Mabuk, remaja ini diciduk di Kafe usai merampas HP korbannya

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - ZB, seorang remaja 16 tahun, warga Jalan Ambisi Ujung, nekat merampok seorang pelayan kafe SR (25) di Jalan Lingkar, kecamatan Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan. Dengan bersenjatakan pisau, Ia menodong dan berhasil merampas handphone jenis Samsung milik SR.
"Namun, pelaku dalam kondisi mabuk tak langsung kabur, tapi memilih menikmati musik di sebuah kafe di Jalan Lingkar, hingga akhirnya kita tangkap," ujar Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan Sinaga, Rabu (04/11/15).
Dijelaskan Ade, kejadian itu berawal saat pelaku bersama teman-temannya sedang menikmati minuman keras di sebuah kafe di Jalan Lingkar yang di jaga oleh Sr.
Tapi karena terlalu banyak menegak minuman keras, terjadi keributan antara pelaku dengan teman-temannya. Hingga Zb di pukuli beramai-ramai. "Lalu Zb pulang dan mengambil pisau dengan maksud ingin balas dendam mencari orang yang telah memukulinya tadi," katanya.
Secara kebetulan saat di jalan Lingkar, dekat jembatan bertemu dengan Sr yang sebelumnya ada di kafe menemani mereka minum. Melihat pelayan kafe itu berjalan sendiri, pelaku langsung menghampiri, untuk meminta uang.
"Tapi korban berdalih tak ada uang, lalu pelaku meminta Hp korban. Namun korban menolak memberikan Hp miliknya, lalu pelaku mengeluarkan pisau dan menodong korban," jelas Ade.
Dalam kondisi ketakutan karena ditodong pisau, korban pin menyerahkan Hp Samsung miliknya kepada pelaku. Setelah Hp berhasil di rampas, pelaku pergi meninggalkan korban.
"Melihat pelaku masuk di sebuah kafe, korban segera bergegas kembali ke kafe dan melaporkan pada temannya. Mendapat cerita tersebut, teman Sr langsung menghubungi polisi," jelas Ade.
Mendapat laporan ada pelayan kafe di rampok, tim Opsnal Sat Reskrim Polres Pelalawan tiba di lokasi tempat kejadian perkara. Tanpa perlawan berarti pelaku yang masih remaja itu berhasil diamankan saat sedang mabuk di kafe.
”Kini pelaku telah kita amankan dan diperiksa intensif untuk diproses lebih lanjut,” ujar Ade Johan. [Pan]

