Tanpa CCTV, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Terapis Pijat di Wisma Yani

Tanpa CCTV, Polisi Sulit Ungkap Pembunuh Terapis Pijat di Wisma Yani

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Tanpa adanya CCTV, polisi mengaku sulit mengungkap pelaku pembunuhan terhadap terapis pijat bernama Juju Maysaroh alias Maya (24 tahun). Dan sayangnya, Wisma Yani, Pekanbaru yang menjadi lokasi kejadian tidak melengkapi safety dengan CCTV.

"Kita mengakui kesulitan untuk mengungkapnya, karena Wisma itu tidak dilengkapi dengan CCTV. Bahkan kita menduga pelaku yang berinisial A itu menggunakan identitas palsu," kata Kapolsek Sukajadi Kompol Jasmen Manurung, Selasa (13/10).

Maya ditemukan tewas oleh petugas Wisma Yani di kamar nomor 109 dalam kondisi bugil dan menyandar di tempat tidur. Kepalanya ditutupi bantal dan lehernya ada bekas cekikan. Saat ini jenazah Maya ada di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru guna dilakukan otopsi.

"Tim dokter sedang melakukan visum dan otopsi terhadap korban. Belum tahu bagaimana hasilnya. Apakah ada unsur kekerasan lainnya. Tapi yang pasti kasat mata ada bekas cekikan di lehernya," jelas Jasmen.

Ia belum mau berspekulasi apakah Maya diperkosa terlebih dahulu sebelum tewas dibunuh atau ada indikasi lain, meski secara nyata jenazah maya ditemukan tanpa busana, hanya ditutupi selimut.

‎Dari hasil penyelidikan sementara, Maya diketahui bekerja di sebuah panti pijat di Kota Pekanbaru. Polisi juga masih mendalami hubungan Maya dengan pria tamu hotel tersebut.

"Itu juga masih kita dalami. Sejauh ini saksi kita periksa dari karyawan wisma," terang Jasmen. [pan]