Modus Mencarikan Pekerjaan, 35 Warga Rumbai Pesisir Tertipu Setelah Bayar Rp 10 Juta

Modus Mencarikan Pekerjaan, 35 Warga Rumbai Pesisir Tertipu Setelah Bayar Rp 10 Juta

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Sebanyak 35 warga Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru melaporkan peristiwa penipuan yang dilakukan oknum manajer PT Harma Contractor Indonesia, yang merupakan subkontraktor PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI).

Jefry, warga Jalan Yos Sudarso yang juga menjadi korban, Selasa (13/10) menceritakan, penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan ini dialami olehnya dan puluhan warga lainnya.

Ia mengaku dijanjikan sebuah pekerjaan oleh Anggi dan Anto. Yaitu di perusahaan pengeboran yang beroperasi di Duri, asalkan memberikan uang pelicin sebesar Rp 10 juta. Setelah uang diserahkan, ternyata pekerjaan tak kunjung didapatkan.

"Tadi kami sudah melaporkan dua orang tersebut ke SPKT Polda Riau. Namun karena banyak yang ingin melapor, pihak SPKT meminta kami mewakilkan atau mengkuasakan ke satu orang saja, yang lainnya menjadi saksi," ungkap Jefry.

Selanjutnya, dia dan teman-temannya sedang mengkoordinasikan dan menunjuk siapa yang akan menjadi perwakilan. Selanjutnya mereka akan membuat laporan secara resmi, supaya kasus ini diproses. "Paling tidak, dua orang yang akan dilaporkan untuk ditangkap," kata Jefry.

Jefry menyebutkan, kejadian bermula sewaktu dia dan temannya di daerah tersebut berkenalan dengan Anggi. Pria ini mengaku sebagai Manajer Operasional PT Harma Contraktor Indonesia (HCI).

"Anggi ini kemudian menawarkan pekerjaan pengeboran di PT Chevron. Anggi menyebut Pt HCI merupakan merupakan sub kontraktor perusahaan tersebut," terang Jefry,

Jefry dan kawan-kawanya percaya setelah Ketua Karang Taruna Kecamatan Rumbai bernama Anto, menyakinkan mereka. Anto mengaku sudah lama mengenal Anggi sebagai Manager Operasional (MO) di PT HCI.

"Makanya kami percaya. Kemudian setiap orang, termasuk saya dimintai uang. Uang itu kami setorkan kepada Anggi dan Anto. Kata keduanya, kami sudah bisa bekerja pertengahan Agustus kemarin. Kalau ditotal, uang yang kami serahkan itu bernilai ratusan juta," kata Jefry diikuti anggukan puluhan temannya.

Seiring berjalannya waktu, pekerjaan yang ditawarkan tadi tak kunjung terwujud. Jefry dan kawan-kawannya mendatangi Anto untuk mempertanyakan pekerjaan yang dijanjikan.

"Kepada saya dan yang lain-lain, Anto kemudian kembali mengumbar janji dan meminta kami bersabar. Sementara Anggi sendiri tak bisa ditemui. Karena lelah menunggu, akhirnya kami muak dan ingin melaporkan keduanya. Ditambah lagi ada pemberitaan di koran yang menyebutkan Anggi ternyata bukan karyawan PT HCI, kami yakin telah terjadi penipuan," tegas Jefry. [pan]