Disperindag Razia 7 Titik

Masyarakat Pekanbaru resah, Gas Elpiji 3 Kg mulai langka

Masyarakat Pekanbaru resah, Gas Elpiji 3 Kg mulai langka

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Masyarakat di Kota Pekanbaru mulai resah. Gas Elpiji 3 Kg berbentuk buah melon itu saat ini mulai sulit didapatkan. Bahkan, saking sulitnya, kaum Ibu rumah tangga telah mendatangi sejumlah agen penjual. Hasilnya, tetap nihil.

"Mau masak sekarang saja susah. Saya sudah cari gas elpiji 3 kg di beberapa agen, tapi kosong semua. Kalau begini, lebih baik saya balik saja memasak dengan membakar pakai tungku kayu saja,” kata Meri, Ibu Rumah Tangga warga di Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, Mingggu (04/10/15).

Ternyata, kelangkaan gas ini sudah mulai dirasakan sejak beberapa minggu terakhir. Imbasnya, ada masyarakat yang mendapatkan gas elpiji yang dijual ditingkat pengecer sebesar Rp48 ribu per tabungnya.

Kondisi ini membuat pihak PT Pertamina bingung. Beberapa waktu yang lalu, Sales Representative Elpiji PT Pertamina Pekanbaru, Mahfud mengaku bahwa pihak Pertamina sudah melakukan penyaluran distribusi 18 ribu tabung gas elpiji 3 Kg di seluruh Kota Pekanbaru setiap harinya.

Namun, soal kelangkaan gas elpiji, Pertamina mengaku tak mengetahui persoalan itu dan melemparkan tugas ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru.

Bahkan PT Pertamina menyebut bahwa distribusi dan penyaluran gas elpiji 3 Kg masih normal dan aman. Bahkan distribusi yang disalurkan tidak ada penambahan maupun pengurangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Azwan melalui Kabid perdagangan, Mas Irba H Sulaiman menyebut bahwa pihaknya akan melakukan penyisiran di lokasi 7 titik rawan kelangkaan Elpiji, diantaranya Kecamatan Marpoyan Damai, Bukit Raya, Sukajadi, Senapelan, Payung Sekaki, Lima Puluh dan Rumbai.

“Selain kita di Disperindag, nanti akan kita libatkan Pertamina untuk operasi pasar secara langsung,” jelasnya.

Soal adanya gas Elpiji yang dijual Rp48 ribu per tabungnya, Irba mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan penyisiran. Diketahui bahwa yang menjual tersebut ada di tingkat pengecer.

“Dia warung itu. Kami sudah kejar. Informasinya di Kertama. Kami kejar di kertama, tak mengaku dia. Mereka pintar. Plastik atas merek agen-nya itu dicopot sama pengecer untuk mengelabui petugas. Ada dua kemungkinan itu distribusi dari Kampar karena Kertama berbatasan dengan Kabupaten Kampar,” pungkasnya. [wan]