Pedagang : Lebih Besar WC Dirumah Kami

Tempat Penampungan Sementara Pedagang Pasar Lima Puluh dinilai asal jadi, mirip kandang ayam

Tempat Penampungan Sementara Pedagang Pasar Lima Puluh dinilai asal jadi, mirip kandang ayam

Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fatullah saat meninjau lokasi pembangunan TPSP | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Sorotan tajam atas kinerja Walikota Pekanbaru tak pernah habis. Kali ini, para Pedagang di Pasar Kecamatan Lima Puluh mengeluhkan pembuatan Tempat Penampungan Sementara Pedagang (TPSP) yang dinilai asal jadi. Apalagi, ukuran TPSP itu membuat warga kesal karena tak manusiawi.

“Ini TPS untuk kami tak layak pakai, barang-barang kami banyak, bangunan TPS ini saja dijentik roboh semua. Masa dibuat ukuran 2X1,8 meter, gadang lo WC di rumah awak (lebih besar WC di rumah kami, red),” kata Armen, salah satu pedagang, Jum'at (02/10/15).

Menurutnya, TPSP di Pasar Lima Puluh ini, tidak memiliki lantai dasar. Harusnya, dari dasar lantai dibuat ketinggian 20 cm. Bila tidak dibuat, TPSP yang mereka tempati akan digenangi oleh air bila hujan turun.

“Coba lihat pembangunan TPS ini, sepertinya asal jadi. Kami disini merasa kurang nyaman. Lihat saja mulai dari dinding pondasi dan listrik jauh dari kata minim. Kami minta tempat yang representatif. Apalagi pasar ini sepi pembeli, bila dipindah ke TPS kecil begini mana ada jual beli,” cetusnya.

Senada juga dialami oleh Nurwati. Pedagang tersebut juga mengeluhkan hal serupa. Dia mengaku terkejut saat melihat pembangunan TPSP yang berasal dari APBD-P 2015 tersebut. Dengan pembangunan TPSP itu, besar kemungkinan pedagang tidak akan mau menempati.

“Tidak mungkin TPS sebesar ini kami melakukan jual beli barang, apalagi barang jualan kami banyak, manalah muat. Pokoknya kami tidak mau pindah di TPS ini,” ujarnya mengeluh.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fatullah yang meninjau lokasi pembangunan TPSP itu pun tampak kesal. Menurutnya, pembangunan TPSP itu dinilai asal jadi karena dinilai tak layak untuk ditempati.

“Kandang ayam saja 10 ekor diletak dalam ini saja tak muat. TPS ini tak layak dan saya minta Dinas Pasar untuk membongkar,” ketus politisi Partai Gerindra tersebut.

Kata Fatullah, dalam waktu dekat pihaknya akan mempertanyakan pendirian TPSP itu melalui Dinas Pasar Kota Pekanbaru. Salah satu yang dipertanyakan nantinya apakah pembangunan TPSP ini sudah melakukan kajian yang layak dan matang, baik lokasi maupun pendiriannya.

“Saya tak mau pedagang disiksa begitu, ini sama saja menganiaya masyarakat. Dan saya minta Walikota Pekanbaru turun kelapangan. Beginilah kinerja anak buahnya yang tak beres. Kalau Kadispas itu tak bisa kerja, silahkan mundur saja jadi kadis,” ucapnya.

Kepala Dinas Pasar Kota Pekanbaru, Mahyuddin, saat dikonfirmasi tak menjawab. Berkali-kali dilakukan konfirmasi berujung nihil hingga berita ini diturunkan. [wan]