Kerap Tutupi Informasi Publik

Kabag Humas berbohong, Wako Firdaus disebut pelihara Pejabat Penipu

Kabag Humas berbohong, Wako Firdaus disebut pelihara Pejabat Penipu

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Sikap Walikota Firdaus MT dalam memilih pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru cukup dipertanyakan. Pasalnya, para "anak buahnya" itu dinilai tak becus menjadi pelayan publik.

Hal ini, menjadi pertanyaan bagi masyarakat. Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menduga, Firdaus cenderung mengangkat pejabat yang loyal pada dirinya dibandingkan kepada rakyat.

Satu diantaranya, saat polemik kabar keberangkatan Firdaus ke Beijing, Cina, dalam rangka promosi investasi di kota Pekanbaru yang sedang diterpa asap. [Baca : Saat kabut asap, Walikota Firdaus tega pergi ke China, LSM: Biadab!]

Saat itu, Rabu (16/09/15) pagi sekitar pukul 10.30 Wib, Beritariau.com mengkonfirmasi kabar keberangkatan itu kepada Kabag Humas Alek Kurniawan. Melalui sambungan seluler, Alek mengaku tak tau tentang rencana ke Cina itu.

"Semalam masih disini kok. Ada paripurna DPRD. Kalau hari ini saya tak tau," ungkap Alek saat itu.

Eh ternyata diketahui, malah Dia sendiri ikut berangkat ke Cina. Hal ini diketahui dari konferensi pers yang digelar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pekanbaru Azharisman Rozie, Kamis (17/09/15) pagi. Disitu, Rozie menggantikan Alek menjelaskan soal acara di Beijing itu karena Alek sebagai salah satu pejabat yang berangkat.

"Pak Walikota memang tidak jadi ke Cina, tapi pejabat lain seperti Kepala BPTPM, Asisten II dan juga Kabag Humas tetap pergi ke Cina, hanya pak Wali yang gak ikut," kata Rozie saat jumpa pers.

Atas sikap pejabat Pemko yang menutup-nutupi informasi publik ini, LSM Indonesia Monitoring Development (IMD) mengaku bahwa Walikota Firdaus terkesan jelas memelihara para pejabat yang rela menipu publik untuk menjaga kepentingan Firdaus.

"Ya jelas sekali Walikota Firdaus memelihara pejabat penipu. Mereka itu (Pejabat, red) harusnya loyal (setia, red) kepada rakyat dan negara. Bukan loyal pada atasan. Itu kayak orde baru. Ini saya sikapi dengan serius. Saya akan laporkan penipuan pejabat tak becus ini," kata Direktur IMD Raja Adnan kepada Beritariau.com, Kamis (18/09/15) sore.

Tak hanya Adnan, bahkan dari kalangan Kader Partai Demokrat sendiri merasa tak nyaman atas sikap Firdaus yang merupakan Ketua DPC Partai Demokrat itu.

"Tak punya hati karena bekerja tak pakai filosofi. Dia hanya memakai hukum kebiasaan dan kekuasan. Mungkin menurut dia (Walikota, red), sayang donk kalau diundang ga hadir. Undangan promosi apa pak Wako? ASAP Riau?," ketus Rahmawati, Kader Partai Demokrat yang bertugas di bidang pemberantasan Korupsi Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Dilanjutkannya, sebenarnya, masyarakat lebih butuh orang-orang Profesional untuk melayani kepentingan publik. Tak perlu pejabat struktural.

Untuk itu, wanita yang juga aktif di kepengurusan Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) ini, meminta masyarakat agar tak perlu memilih lagi Firdaus dalam Pilkada Kota Pekanbaru 2017 mendatang.

"Untuk masyarakat. Ingatlah! Jangan pilih Walikota yang gak peduli dengan kita. Buka mata hati kita. Kita butuh pemimpin yang saat kita sedih, dia tahu dan ada untuk kita. Bukan saat kita senang dia datang untuk mengumbar senyum dan beri ucapan selamat," pungkasnya. [red]