Riau Darurat Asap, Plt Gubri Mengaku Tak Sanggup Evakuasi Warganya

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Menanggapi permintaan warga yang ingin dievakuasi karena kabut asap,Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman mengatakan ketidaksanggupannya.
Alasannya, seluruh Sumatera sudah dikepung kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.
"Evakuasi itu tidak mungkin. Sumatera Barat, Sumatera Utara dan daerah perbatasan lainnya juga berdampak kabut asap. Tidak ada daerah yang tak terpapar kabut asap," ujar Andi Rachman, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (14/9).
Ia juga menyebutkan, kondisi udara di seluruh Riau dinyatakan dalam keadaan berbahaya. Seluruh alat ISPU di Riau sudah berada diatas 300 Psi, artinya kadar polusinya sudah lebih tinggi dari oksigen.
"Kualitas udara berbahaya sudah berjalan beberapa hari. Saya juga tak menduga separah ini, apalagi upaya pemadaman titik panas sudah dilakukan maksimal. Apa yang terjadi sekarang juga merupakan imbas dari kebakaran hutan dan lahan dari provinsi tetangga," kata Andi.
Karena itu, Andi hanya bisa menghimbau warga membatasi aktivitas di luar. Dia merasa tidak mampu untuk melakukan langkah evakuasi karena Sumatera sudah tertutup kabut asap.
Sementara itu, puluhan mahasiswa dari Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) Riau melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman tadi pagi. Mereka Pemerintah Provinsi Riau segera mengevakuasi masyarakat karena kabut asap kian parah.
Puluhan demonstran menggelar teatrikal dan longmarch. Mereka menggambarkan kondisi masyarakat yang sulit bernapas karena kabut asap.
"Tidak ada lagi udara segar di Riau, asap bahkan masuk ke rumah, mau ke mana lagi kami," teriak kordinator aksi Ampera, Zainuddin.
Dalam aksinya, massa menyampaikan lima tuntutan, yakni segera terapkan status tanggap darurat, meminta pemerintah agar mengevakuasi ibu hamil, bayi, balita, anak-anak dan lansia untuk segera keluar dari Riau.
"Segera terima bantuan Bomba dari Malaysia dan Singapura, dan liburkan guru-guru, THL, pegawai diseluruh instansi, khususnya di Kota Pekanbaru, karena mereka juga manusia. Jangan sampai ada kematian massal akibat asap ini," kata Zainuddin.
"Presiden Jokowi jangan bermental gengsi. Akui kalau tidak mampu. Riau ini diabaikan begitu saja, sampai kami semua mati karena asap," tandasnya. [pan]

