Tak ada titik api, tapi udara Riau masih diselimuti asap tebal

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Kabut asap kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan menyebabkan udara Riau kategori berbahaya. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru memantau sejumlah daerah diselimuti kabut asap pekat hingga menyebabkan jarak pandang berkisar 100 hingga 400 meter.
"Jarak pandang paling buruk terjadi di kotamadya Dumai dan kabupaten Pelalawan yakni berkisar 100 meter," ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin, Selasa (08/09/15).
Dijelaskan Sugarin, untuk kota Pekanbaru jarak pandang sekitar 400 meter dan Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu jarak pandang hanya 300 meter.
"Berdasarkan pencitraan Satelit Terra dan Aqua pagi tadi pukul 05.00 WIB hanya terdeteksi satu titik panas di Riau yakni di Rokan Hilir," terang Sugarin.
Sugarin menegaskan, asap yang menyelimuti seluruh wilayah Riau merupakan asap kiriman dari provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, sebab tidak ada titik api yang terpantau di Riau.
"Jika melihat arah angin secara umum dari Selatan ke Utara, asap ini bisa jadi adalah kiriman provinsi tetangga," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala BPBD Riau Edwar Sanger yang menjelaskan hari ini tidak terdeteksi adanya titik api di Riau.
"Sementara di Jambi dan Sumsel terdapat puluhan titik panas dengan arah angin mengarah ke Riau. Otomatis kita dapat limpahan asap dari sana," kata Edwar.
General Manager Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Dani Irawan mengatakan pagi tadi sejumlah maskapai mengalami penundaan namun akhirnya nekat terbang. "Pagi tadi sempat delay, tapi dua maskapai telah terbang. Garuda Indonesia dan Lion Air tujuan Jakarta sudah boarding," ujar Dani.
Menurut Dani, saat ini sejumlah maskapai telah memahami kondisi kabut asap di Pekanbaru dimana pada pagi hari kabut asap pekat akan berangsur memudar di Siang hari.
"Untuk itu seluruh maskapai yang melakukan penerbangan di pagi hari mengalihkan jadwal atau "re-timing" ke Siang. Ada tiga maskapai yakni Citilink, Garuda Indonesia dan Air Asia yang mengalihkan jadwal dari pagi ke siang," jelasnya. [Pan]

