Ini "Jurus" BNPB atasi Kebakaran Lahan di Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Presiden Joko Widodo berkunjung ke Sumatera Selatan untuk melihat lebih dekat operasi darurat asap pada Minggu (06/09/15). Asap masih mengepung wilayah Sumatera dan Kalimantan meskipun telah berkurang dibandingkan dua hari yang lalu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jarak pandang di Pekanbaru 300 meter, Rengat dan Pelalawan 200 meter, Dumai 2 kilometer.
"Empat strategi dalam operasi darurat asap dilakukan secara serempak. Enam Gubernur masih menyatakan status Siaga Darurat salah satunya wilayah Riau," ujar Sutopo.
Dikatakan Sutopo, strategi pertama dilakukan dari udara dengan hujan buatan dan pemboman air. BNPB menggelar 3 pesawat Casa 212 untuk hujan buatan di Riau.
"Total 115 ton disebar di awan udara Riau, ada 3 unit Helikopter dikerahkan ke Riau, ditambah 1 pesawat Air Tractor dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK). Jutaan liter telah dijatuhkan di titik api," kata Sutopo.
Strategi kedua adalah pemadaman di darat oleh tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, MPA dan masyarakat. Di tiap provinsi lebih dari 1.500 personil dikerahkan untuk memadamkan api.
"Ketiga, operasi penegakan hukum oleh Polri dan PPNS. Polri telah menindak 39 kasus kebakaran hutan di Sumatera sepanjang tahun ini. PPNS Kemen LHK telah menyegel lahan-lahan yang terbakar," jelasnya.
Dilanjutkan Sutopo, penegakan hukum akan lebih ditingkatkan dengan mengerahkan personil Polri dan PPNS memburu pembakar. Aparat TNI disebar untuk melakukan patroli dan menjaga daerah-daerah yang sering dibakar.
"Keempat adalah pelayanan kesehatan dan sosialisasi. Semua Kapolda di 6 provinsi yang terbakar telah mengeluarkan maklumat pelarangan membakar hutan dan lahan. data sementara di Riau ada 1.002 jiwa terjangkit ISPA. Sosialisasi terus dilakukan," pungkasnya. [Pan]

