Ditemukan Gantung Diri, Pemuda di Pekanbaru Tinggalkan Surat Berisi Permintaan Maaf

Polisi bersama warga mengevakuasi mayat yang ditemukan gantung diri di Perumahan Citra Graha Permai, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai pada Jumat (5/1/2024) (POLSEK BUKIT RAYA)

Beritariau.com, Pekanbaru - Warga Perumahan Citra Graha Permai, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai dikejutkan dengan penemuan mayat pada Jumat (5/1/2024). Mayat pemuda yang belakangan diketahui bernama M Sofhi (27) tersebut ditemukan warga dalam kondisi tergantung di sebuah rumah kosong.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Rahmat Mustika melalui Kapolsek Bukit Raya AKP Syafnil, membenarkan penemuan mayat tersebut. Sofhi semasa hidup diketahui juga merupakan salah seorang warga di perumahan tersebut.

Mayat dalam kondisi tergantung ini ditemukan pertama kali oleh Doni (42). Saat itu, Jumat (5/1/2024) sekitar Pukul 7.30 WIB pagi, Doni memarkirkan mobil miliknya di depan sebuah rumah kosong di Perumahan Citra Graha Permai, tepatnya di Blok C 23.

Kapolsek menyebutkan, saat itu Doni mencium aroma busuk, sehingga dirinya berupaya mencari sumber bau tersebut. Saat masuk ke dalam rumah kosong itu, alangkah terkejutnya Doni atas apa yang dilihatnya.

"Saksi Doni melihat korban dalam keadaan tergantung, sudah meninggal dunia," sebut Kapolsek pada Ahad (7/1/2024) seperti dikutip dari Riaupos.co.

Doni kemudian melaporkan penemuan tersebut ke ketua RT setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Bukit Raya. AKP Syafnil menyebutkan, Tim Inafis Polresta Pekanbaru dan Polsek Bukit Raya yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Kapolsek menyebutkan, kuat dugaan korban meninggal karena memang gantung diri. Hal ini berdasarkan keterangan salah seorang saksi, yang juga adiknya, yang menemukan pesan tertulis dari korban.

"Adik kandung korban menemukan selembar kertas di kamar korban yang merupakan tulisan tangan dari korban sendiri. Intinya isi surat itu berisi permintaan maaf kepada keluarga karena korban hendak mengakhiri hidupnya," kata Kapolsek.

Adapun pemicu MS bunuh diri diduga, sesuai pesan yang ditulis tangan itu, karena persoalan hutang dan juga tidak tahan dengan kondisi sakit yang dideritanya. Pihak keluarga juga menyebutkan almarhum menderita sakit asam lambung hampir empat tahun.

"Korban juga diketahui memiliki banyak hutang, sehingga korban stres dengan kondisi keuangannya tersebut," tutup Kapolsek. (*)