Bonyok Dihajar Pegawai Lapas, Honorer Lapor ke Polisi

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pasirpengaraian - Entah ada masalah apa, seorang honorer di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu harus babak belur dianiaya oknum pegawai lapas.
Merasa tak terima, pegawai bernama Benni Martyus (28) tersebut langsung melapor ke polisi agar dapat diproses secara hukum.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Rabu (19/08) membenarkan adanya laporan tersebut. Katanya, kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.
"Laporan tertulis sudah masuk ke Polda Riau, sedangkan yang menangani adalah Polsek jajaran di Polres Rohul," ujar Guntur.
Korban juga sudah diperiksa sewaktu membuat laporan. Sementara terlapor akan dipanggil untuk dikonfirmasi terkait laporan korban.
Dari informasi yang berhasil dirangkum, Benni dianiaya pelaku hingga mengalami lebam dan patah tangan akibat dipukuli dengan tongkat. Ia mengaku dipukuli di dua lokasi. Yakni di kamar lapas dan di dalam ruang Kepala Pengamanan.
Bahkan korban juga mengaku dihempaskan ke terali dan dipukul dengan tongkat pada kepala dan tangan oleh pelaku.
Kejadian bermula saat pelaku memanggil korban untuk mengambil handphone miliknya. Ia pun menyuruh Benni mengeluarkan tangan dari terali dan kemudian pelaku menarik tangan korban, lalu menghempaskan ke terali besi tersebut. Setelah itu, Benni disuruh menghadap ke ruang Kepala Pengamanan Lapas (KPLP).
Di ruangan itu, Benni kembali dipukul pelaku dari belakang dengan menggunakan tongkat T. Sewaktu korban duduk, pelaku kembali memukulkan tongkat itu kearah kepala sebanyak tiga kali.
Benni berusaha menangkis pukulan itu dengan tangan, sehingga mengakibatkan tangannya patah. [pan]

