Kesan Arogan dan Dugaan Skandal Asusila

Selama jadi Bupati, Inilah sederet kasus Yopi Arianto

Selama jadi Bupati, Inilah sederet kasus Yopi Arianto

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Jika dilihat dari track record alias rekam jejaknya, Yopi Arianto (34), bekas Bupati Indragiri Hulu (Inhu) yang dilaporkan melakukan tindak pidana pengancaman ke Polda Riau lantaran menepuk pipi seorang wartawan senior Zulkifli Panjaitan (54), kerap bermasalah dengan hukum.

Aksi Bupati yang terpilih di usia muda ini diduga lantaran tak dapat membendung emosinya. Tak hanya dengan Zulkifli, beragam laporan polisi dan tudingan "miring" juga dialamatkan kepadany.

Dalam catatan Beritariau.com dari data yang dirangkum, Pertama, Yopi pernah dilaporkan ke Polda Riau lantaran dugaan penganiayaan karyawan PT Duta Palma. Sempat bergulir di ranah hukum, namun akhirnya laporan polisi yang dibuat asisten perkebunan sawit PT Duta Palma bernama Wira Taufik itu, akhirnya dicabut setelah ada kesepakatan berdamai.

Kedua, Duda yang pernah menikah dengan perwira polisi wanita (Polwan) dan dikaruniai seorang putra ini, juga pernah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan tindak asusila terhadap salah seorang anggota Satpol PP Inhu, Novita Arfyadi Putri (23 tahun).

Dalam laporannya disebutkan, hubungan Putri dengan Yopi Arianto berawal dari komunikasi keduanya dengan saling mengirim pesan singkat pada tahun 2010 silam. Hingga kemudian Putri mengaku mendapat perlakuan dugaan pelecehan seksual kemudian melapor ke Bareskrim Mabes Polri tahun 2014 lalu.

Seiring berjalannya waktu, kasus itu pun dicabut oleh Putri lantaran sudah tercapai kata perdamaian antara dia dengan Yopi Arianto.

Bahkan, selain laporan polisi itu, isu santer merebak di masyarakat melalui jejaring sosial dan pemberitaan media online di Riau. Seorang janda beranak 3 berinisial RA (50), warga Solo Provinsi Jawa Tengah juga mengaku menjadi korban pemuas nafsu Bupati Inhu ini.

Isu itu kemudian makin menjadi-jadi. Dikabarkan, tak hanya RA, bahkan anak gadisnya berinisial A juga mengaku dipacari dan dibelikan sebuah mobil Honda Jazz berwarna biru Metalic. Mobil itu, kabarnya diberikan kepada A sebagai bukti cinta Yopi. Namun, kasus ini tidak sampai bergulir ke ranah hukum.

Terbaru, Yopi kembali dilaporkan karena diduga melakukan pengancaman terhadap seorang wartawan senior Zulkifli Panjaitan di halaman kantor PWI Inhu dengan tindakan menepuk pipi dan disertai kalimat bernada tidak senang atas pemberitaan tentang dirinya. Aksi ini dilakukan Yopi dihadapan ajudan dan pejabat Pemkab Inhu lainnya yang mengawal Yopi.

Tak terima, Zulkifli kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polda Riau karena khawatir terjadi sesuatu hal terhadap keluarganya.

Untuk melanjutkan proses hukumnya, polisi mengagendakan pemeriksaan terhadap calon bupati Indragiri Hulu (Inhu) yang diusung PDI Perjuangan itu.

Kepolisian mengatakan, setelah menerima laporan dari Zulkifli Panjaitan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

"Sedang kita selidiki. Kita kumpulkan dulu beberapa informasi, kemudian pekan depan kita panggil beberapa saksi dan terlapor (Yopi Arianto)," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Rabu (05/08/15).

Tak hanya terlapor (Yopi Arianto), penyidik Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau juga akan memintai keterangan pelapor (Zulkifli) agar penyelidikan berjalan.

"Pelapor sudah kita mintai keterangannya saat membuat laporan. Tapi akan kita panggil lagi," jelas Guntur.

Sebelumnya diberitakan, Zulkifli mengaku pipinya ditepuk sebanyak tiga kali saat Yopi masih menjabat sebagai bupati Inhu, lantaran tidak terima diberitakan soal prediksi Pilkada dan berita dugaan asusila, Kamis (30/7) lalu.

Kejadian itu terjadi secara mendadak saat dirinya keluar dari kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Inhu, di Simpang Pematang Reba menuju mobilnya. Sejurus kemudian, datang Bupati Inhu Yopi Arianto mengendarai mobil Kijang Inova kemudian turun dan mendatangi Zulkifli.

"Berita apa yang kau buat nih," kata Yopi saat itu seperti ditirukan Zulkifli kepada media, sambil menepuk pipi kiri Zulkifli sebanyak tiga kali didepan sejumlah pejabat dan ajudannya, serta dilihat masyarakat sekitar.

Zulkifli tak menyangka pipinya ditepuk Yopi Arianto gara-gara terbit pemberitaan prediksi Pilkada Inhu dan mengulas berita dugaan moral di media tempatnya bekerja.

"Untuk pasal yang akan dijerat, itu nanti sesuai proses penyelidikan, kita kumpulkan dulu bukti-buktinya," pungkas Guntur. [Pan]