Pengikut ISIS, ceramah Ustadz Wafit tak pernah melenceng

Pengikut ISIS, ceramah Ustadz Wafit tak pernah melenceng

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Riau mensinyalir satu keluarga di Pekanbaru berangkat ke Syria dan bergabung dengan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Mereka adalah WTB dan istrinya YB bersama anaknya Mj.

Menurut warga, WTV merupakan ustadz karena sering memberikan ceramah atas undangan dari masyarakat.

"Beliau (WTB), sering diundang untuk memberikan ceramah di masjid," ujar Ketua RT 02 RW 10 kelurahan Delima kecamatan Tampan kota Pekanbaru, Mustofa Lubis.

Namun, kata Mustofa, saat memberikan ceramah WTB tidak pernah melenceng dari kaedah agama islam, dan tidak menjurus ke arah radikalisme. "Tidak ada menjurus ke hal-hal tertentu, seperti ceramah biasa saja," kata Mustofa.

Bahkan, lanjut Mustofa, WTB yang kerap disapa ustadz Wafit dikenal sebagai sosok pria yang ramah dengan tetangga dan aktif dalam lingkungan serta setiap kegiatan masyarakat.

"Umurnya diperkirakan 50 tahun, pribadinya santun serta sangat antusias dengan kegiatan keagamaan," terang Mustofa. Dia tak menduga akhirnya WTB berangkat ke Syria dan disinyalir bergabung dengan ISIS.

Ustadz Wafit juga tidak sendirian, dia mengajak anak perempuannya inisial Mj yang masih berusia 10 tahun dan istrinya YB.

Sementara itu, untuk memutus mata rantai jaringan tersebut di Riau, Direktorat Bimbingan Masyarakat Polda Riau melakukan pendekatan dan penggalangan dengan tokoh agama dan masyarakat.

"Kami mengajak dan menghimbau kepada elemen masyarakat, tentang ideologi pancasila yang benar, dan agama islam yang benar menurut tuntunannya, yang diajarkan Rasulullah," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Selasa (07/07/15).

Saat ditanya sejauh mana pendekatan terhadap masyarakat tersebut, Guntur mengatakan melalui Dir Binmas sudah melakukan sosialisasi bersama tokoh agama dan masyarakat.

"Ya. Saat sosialisasi, mereka komitmen menolak kehadiran paham ISIS di Riau. Termasuk juga kegiatan radikal yang dibentuk oleh kelompok tertentu, itu ditolak oleh masyarakat, karena itu lebih banyak mendatangkan musibah daripada manfaatnya," jelas Guntur.

Direktorat Bimbingan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Dr Sugiono mengaku, pihaknya melakukan sosialisasi di Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru dan Mesjid Nurul Iman Desa Balekan  Kandis kabupaten Siak.

"Para pimpinan pondok pesantren , tokoh tokoh masyarakat berkomitmen untuk tidak terlibat dalam organisasi radikal dan anti pancasila," ujar Kombes Sugiono.

Bahkan, kata Sugiono, Ustad budiman selaku ketua BAZ kandis kabupaten Siak memberikan tanggapan positif serta mendukung program tersebut dan mengharapkan polisi dan pemerintah daerah harus hadir di tengah tengah masyarakat untuk menangkal faham faham radikal yang membahayakan bagi masyarakat dan negara.

"Tokoh agama dan masyarakat mengharapkan kehadiran pemerintah daerah dan polisi untuk lebih intens dalam menangkal faham radikal tersebut," pungkas Sugiono. [Pan]