4 perampok berpistol bajak truk di Rohil, 1 keluarga disekap di mobil

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Perampokan kembali terjadi, Mardiah (35) bersama suami (Yadi) dan dua anaknya diikat setelah dihentikan laju kendaraannya saat melintas di Jalan Lintas Kubu-Bangko Pusako kilometer 13 Simpang Naila Dusun Sei Rumbiah Kepulauan Bangko Permata kecamatan Bangko Pusako kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Selasa (19/05/15) mengatakan, Mardiah bersama suami dan dua anaknya disandera dan diikat dalam mobil yang sedang dikendarainya pada Minggu (17/05/15) sekitar pukul 22.00 Wib, kemudian dilaporkan keesokan harinya pada Senin (18/05/15) dinihari sekitar pukul 04.00 wib.
"Kejadian ini berawal saat pelapor (Mardiah) bersama suami (Yadi) dan anaknya melintas di jalan lintas Kubu km 13 Bangko Permata kecamatan Bangko Pusako Rohil, dengan mengendarai mobil truck Mitsubhisi Canter warna kuning No Pol BK 9288 YE," ujar Guntur.
Tiba-tiba, datang dari arah belakang sebuah mobil pribadi warna silver mendahului mobil truk yang dikemudikan Yadi, disaat mendahului tersebut keluar kepala dan tangan pelaku sambil mengarahkan (diduga) senjata api kepada Yadi dan berkata ”berhenti kau !” sambil mendahului dan memalangkan mobilnya didepan mobil Yadi.
"Lalu 4 orang pria turun dari mobil tersebut membuka pintu mobil, Yadi pun dipegang para pelaku dimasukan kebangku belakang bersama Mardiah dan anaknya ke mobil milik pelaku," jelas Guntur.
Saat berada didalam mobil tersebut, Yadi diikat dan 2 orang pelaku naik ke dalam mobil truk yang dikendarai, selanjutnya pelapor dibawa kearah jalan lintas sumatra didaerah bangko 70 bangko permata kecamatan bangko pusako, Mardiah dan anaknya diturunkan di km 0, sementara Yadi diculik pelaku.
"Dari 4 pelaku, jajaran Polres Rohil menangkap 3 pelaku, sedangkan seorang lagi masih dalam pengejaran," terang Guntur.
Dari ketiga pelaku yang ditangkap, salah seorang bernama Poker (36) merupakan residivis yang baru keluar dari penjara 1 bulan lalu terkait kasus ilegal loging.
"2 pelaku ditangkap yang mengendarai truck milik korban, sedangkan 1 pelaku ditangkap di kebun sawit, sempat terjadi kejar-kejaran dan perlawanan hingga seorang pelaku terpaksa dilumpuhkan karena membahayakan petugas," jelas Guntur. [Pan]

