Tak Jelas, Petani Riau tak mau lagi bertani

Tak Jelas, Petani Riau tak mau lagi bertani

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Merasa prospeknya tak bagus, banyak petani di Riau meninggalkan usaha taninya dan beralih ke profesi yang lain. Akibatnya, jumlah rumah tangga petani Riau tiap tahunnya mulai berkurang. Dalam setahun, jumlah Rumah Tangga petani di Riau menyusut sebesar 1,75 persen dari tahun sebelumnya.

"Petani Riau banyak meninggalkan usaha taninya karena menilai prospek di bidang pertanian tak begitu bagus. Sebab umumnya, penghasilan uang diterima para petani berkisar Rp200 per bulan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Mawardi Arsyad, Senin (06/04/15).

Menurutnya, rendahnya penghasilan dari usaha tani ini sangat dirasakan oleh para petani kecil yang memiliki luas tanah yang sangat terbatas yakni dibawah 0,3 hektar. "Mereka inilah yang banyak meninggalkan usahanya dan beralih ke usaha lain," ujarnya lagi.

Akibatnya, lanjut Mawardi, produksi beras di Riau setiap tahunnya mengalami penurunan. Jika tahun 2013 lalu produksi padi Riau sempat mencapai 250 ribu ton, namun pada tahun 2014 turun menjadi 200 ribu ton.

Padahal, kebutuhan beras Riau setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Saat ini kebutuhan beras Riau telah mencapai 900 ribu ton. "Ini artinya Riau masih masih kekurangan sebanyak 700 ribu ton beras lagi," jelasnya.

Kekurangan beras tersebut membuat Riau terpaksa mendatangkannya dari daerah lain, seperti dari Jawa, Sumatera barat dan Sumatera Utara.

"Karena kita belum swasembada beras, terpaksa didatangkan dari luar daerah," ungkapnya lagi. [red/mc]

Tags :# ekonomi