Kebun Rakyat di Rohil makin tua, Investor tawarkan solusi

Kebun Rakyat di Rohil makin tua, Investor tawarkan solusi

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rohil - Ketua Koperasi Himpunan Kerukunan Petani Perkebunan (HKP2) Rohil, Ahmad Erson Manalu mengaku, kondisi perkebunan inti rakyat (PIR) yang ada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang kian menua, diperlukan bantuan dari investor untuk merevitalisasi lahan kebun masyarakat atau eks transmigrasi itu.

"Itu sebenarnya diluar konteks kami, hanya karena bertepatan kita memang mau melakukan peremajaan yang membutuhkan replanting dan butuh biaya banyak, makanya kami dengan senang hati untuk menerima tawaran investor itu untuk sedikit meringankan pekerjaan ini," kata Ahmad di Bagan Sinembah, Senin (30/03/15).

Sambungnya lagi, mereka (investor, red) juga sangat berambisi untuk memudahkan pekerjaan para petani yang benar-benar mau mengembangkan perkebunan sawitnya.

"Makanya, hal itu memang sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi biaya untuk sekarang ini masih minim. Dan bahkan perekonomian masyarakat sedang dalam masa kritis akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)," ujarnya.

Dari hasil pertemuannya dengan investor, Sabtu (28/03/15) kemarin, Ahmad mengaku belum ada kesepakatan dikarenakan harus menunggu persetujuan dari semua kalangan petani yang tergabung dalam HKP2 Rohil soal tawaran dari investor tersebut.

"Semuanya belum pasti. Karena para petani disini belum sepakat. Tetapi, kalau petani setuju, baru kita bilang lakukan. Makanya, nanti akan digelar pertemuan dengan petani untuk memintai keterangan mereka maunya bagaimana setuju atau tidak," ujarnya.

Selain itu, kata Ahmad, investor juga mempersilahkan masyarakat luar HKP2 mendaftarkan diri untuk program investor itu. "Namun, petani itu harus memiliki lahan atau kebun yang sudah bersertifikat. Karena, investor tidak mau mengambil resiko," tukasnya. [bim]

Tags :# ekonomi