Nasir: Tanpa Yayasan Pesantren Al Majidiyah, Bagan Sinembah tetap ikut MTQ Rohil

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Bagan Batu - Guna melihat kesiapan menjelang digelarnya Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di Bagan Siapiapi, Senin (30/03/15) pagi usai Apel Pagi, Camat Bagan Sinembah, HM Nasir menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Pertemuan Kantor Camat Bagan Sinembah.
Dalam rakor tersebut, semua kepala desa dan lurah se kecamatan Bagan Sinembah disertakan untuk dimintai keterangan sejauhmana kesiapannya dalam mempersiapkan Qori dan Qoriah untuk mewakili Kota Sawit itu.
Tak hanya itu, seluruh kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) di kecamatan itu juga dilibatkan, terutama kepada ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Bagan Sinembah, H Zulfikar dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bagan Sinembah, Mukhlis SAg untuk mencari dan menyeleksi secepat mungkin qori dan qoriah.
Dalam penyampaian, Ketua MUI Bagan Sinembah Zulfikar yang diwakili H Azhari mengatakan, dari hasil penjaringan selama ini, sudah mencapai 27 Kafilah.
Namun saat ini, sudah berkurang akibat semua Qori dan Qoriah yang berasal dari Pesantren Modern Al-Majidiyah, di tarik tanpa ada alasan yang jelas terkait hal itu. Padahal, kontingen yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba yang dipertandingkan di MTQ itu nantinya, berjumlah 65 orang.
"Kita harapkan kepada pak Kades/Lurah, serta para kepala UPTD agar dapat secepatnya menjaring kontingen untuk memenuhi target yang sudah ditentukan di rapat sebelumnya," kata Camat Bagan Sinembah, HM Nasir dalam sambutannya.
Nasir mengaku, pihaknya menyayangkan tindakan Yayasan Pesantren Al-Majidiyah yang menarik siswanya untuk tak ikut di ajang MTQ itu. Padahal, ajang itu mampu mengharumkan nama Bagan Sinembah.
Akibatnya, Ia mempersilahkan Kades, Lurah, dan Kepala UPTD serta seluruh masyarakat yang memiliki sanak saudara di luar kecamatan, untuk ikut serta dalam rombongan kecamatan Bagan Sinembah dalam even itu.
"Itu hak mereka. Jadi, biarlah kita menunjukkan kalau tanpa perwakilan dari mereka juga kita bisa menjadi yang terbaik. Apalagi, kita memiliki banyak pesantren dan anak anak yang memiliki kualitas yang lebih," tegasnya. [bim]

