Kinerja Buruk, DPRD salahkan Petugas
Pasien sering ngeluh, Dirut RSUD Pekanbaru tetap tak diganti

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Meski kinerja Direktur Utama (Dirut) RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Anwar Bet, yang kerap dikeluhkan pasien miskin, namun DPRD Riau belum mendesak Gubernur melakukan perubahan kedudukan kursi Dirut rumah sakit plat merah tersebut.
Sebab, penelantaran terhadap pasien Jamkesda Jelita (44) yang didampingi suaminya Junihar Silaban (44) selam 7 hari tidur dilantai beralaskan tikar plastik yang tipis, bukan kali pertama cerminan buruk pelayanan kesehatan di Riau.
Sebelumnya, pada bulan Agustus 2014 lalu, seorang bayi yang mengidap penyakit Hidrochepalus juga mengalami hal yang sama dengan Jelita. Saat itu, bayi malang bernama Hanafi berusia 2 bulan itu ditolak RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, pada Senin 4 Agustus 2014 sekitar pukul 22.00 wib.
"Kan permasalahan petugas dan orang-orang di RSUD saja, kalau soal pergantian Dirut RSUD belum mengarah kesana," ujar ketua komisi E DPRD Riau, Masnur, saat ditemui di kantornya, Rabu (04/03/15).
Masnur menginginkan, pelayanan RSUD harus lebih hebat dari swasta, sebab besaran APBD yang diserap untuk RSUD mencapai ratusan miliar setiap tahunnya.
"Subsidi besar, pelayanan harus maksimal, APBD Riau untuk RSUD Arifin Ahmad mencapi ratusan miliar, tapi kalah sama swasta," ketus Masnur.
Untuk meningkatkan pelayanan yang lebih dari rumah sakit swasta, Masnur berencana akan memanggil petugas dan petinggi RSUD guna mensinkronkan kinerja mereka dalam melayani masyarakat.
"Akan kita panggil itu petugas yang menelantarkan pasien, termasuk pimpinan RSUD, kita bicarakan bagaimana pelayanan rumah sakit pemerintah yang baik dan bisa lebih hebat dari rumah sakit swasta," terang Masnur. [Pan]

