Dewan: Pelayanan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru sangat buruk

Dewan: Pelayanan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru sangat buruk

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Berulang kali terjadi penelantaran pasien miskin di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, bahkan keluhan warga juga kerap terdengar di telinga anggota DPRD Riau. Sebagai solusi, pihak rumah sakit akan dipanggil.

Terakhir, terjadi penelantaran pasien Jamkesda yakni Jelita (44), yang mengalami luka bakar hingga tangan kanannya membusuk dan harus diamputasi, tidak mendapat pelayanan saat didampingi suaminya Junihar Silaban (44), saat mendaftar di RSUD Arifin Ahmad.

Keduanya tidur dilantai ruang pendaftaran selama 7 hari beraslaskan tikar plastik yang tipis. Menanggapi hal itu, DPRD Riau sangat marah dan berencana memanggil petugas serta petinggi RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

"Kita lihat banyak persoalan terjadi di RSUD ini, persoalan dokter lah, petugas lah, ada dokter yang praktek ditempat lain, ini barangkali soal gaji dokter yang lebih besar di tempat swasta," ujar ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur, Rabu (04/03/15), di kantornya.

Padahal, kata Masnur, subsidi dari APBD untuk RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru lumayan besar hingga ratusan miliar ini. "Subsidi besar, pelayanan harusnya lebih bagus, kok malah kalah dengan Rumah sakit swasta," ketus Masnur.

Masnur berharap ke depannya, RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru dan RSUD lainnya di daerah kabupaten seluruh Riau, harus lebih hebat daripada rumah sakit swasta.

"Rumah sakit swasta biaya sendiri, bangun gedung sendiri, gaji tenaga medis sendiri, tapi mereka masih untung. Coba lah ditiru seperti itu, seharusnya RSUD lebih baik dari RS Swasta," kata Masnur.

Dalam waktu dekat, Masnur bersama anggota komisi E DPRD Riau berencana memanggil pihak RSUD Arifin Ahmad guna mencari solusi terkait penelantaran pasien miskin Jelita.

"Nanti akan kita panggil, sedang kita agendakan untuk membicarakan persoalan ini, dalam waktu dekat," tandasnya. [Pan]

Tags :# politik