Selain Service Charge, Tarif Parkir Mahal
Pengelola The Central kabur saat didatangi DPRD Pekanbaru

Rombongan Komisi II DPRD Pekanbaru Saat Inspeksi Mendadak ke Gedung The Central Jalan Ahmad Yani Pekanbaru | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Pengaduan Forum Pedagang Pasar Kodim - Senapelan (FPPK-S) ke DPRD, Senin (26/01/15) kemarin [Baca : Kerap Dizolimi, Pedagang Bongkar Kedok Pengelola The Central] , Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (27/01/15) sekitar pukul 10.30 Wib, langsung menggelar Inspeksi Mendadak (sidak) ke kawasan Gedung The Central yang berada di Jalan Ahmad Yani Kota Pekanbaru.
Didampingi Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Rustam Panjaitan, rombongan Komisi II yang dipimpin langsung Ketua Komisi, Azwendi Fajri bersama anggotanya, Zulfan Hapiz, Desi Susanti, Hj Yurni, Fathullah dan Samsul Bahri, melihat dan mendengar langsung jeritan pedagang terkait kenaikan tarif Service Charge selama ini dinilai tak wajar.
Pantauan media dilapangan, saat Sidak yang disambut puluhan pedagang pasar senapelan itu, tak seorang pun pengelola The Central yakni pegawai PT Peputra Maha Jaya (PMJ), kelihatan.
Menurut salah seorang pedagang, Afdal, usai menaikkan tarif service, pengelola langsung kabur saat mengetahui Komisi II akan melakukan sidak.
“Nggak ada bang pengelolanya, sudah kabur. Tau dia anggota dewan mau datang,” cetusnya.
Terkait ini, Wakil ketua Komisi II, Zulfan Hapiz saat ditemui di lokasi mengatakan, tujuan sidak ke pasar senapelan tersebut khusus untuk mencari tahu persoalan pedagang saja, bukannya bertemu dengan pihak pengelola.
“Kalau kita bawa pengelola ditakutkan akan terjadi keributan antara pedagang dan pihak pengelola. Kunjungan kita ini akan dilakukan hearing dengan pihak pengelola,” kata Zulfan.
Menurut Maria, salah seorang pedagang The Central yang berada di gedung B mengatakan, sejak berdagang selama 8 tahun, Service Charge merupakan hal yang selama ini dikeluhkan olehnya dan juga pedagang yang lain.
Apalagi, sebutnya, pengunjung sepi karena pasar tradisional Modern Senapelan dibawah pengelolaan PT PMJ juga menaikkan tarif parkir yang mahal sehingga tak ada pengunjung yang datang.
“Bagaimana orang mau membeli kalau kondisinya seperti ini. Harga sewa saja tidak masuk akal. Ini berat sekali ditengah pasar yang saat ini sepi. Tolonglah kami pak,” ungkap Maria yang mengeluh di depan anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru.
Dikatakannya lagi, Service Charge yang sebelumnya Rp200 ribu, kini naik menjadi Rp500 ribu. Kenaikan itu, diluar service uang listrik, uang retribusi dan uang keamanan lainnya.
“Kalau uang lampu kami ditarik Rp50 ribu, uang retribusi Rp30 ribu. Bayarnya per hari,” ungkapnya.
Keluhan lain, datang dari pedagang lain, Yanti. Dalam pengakuannya, mahalnya lapak juga diikuti oleh tarif parkir yang membuat pengunjung enggan datang ke lokasi untuk membeli.
“Gimana orang mau datang, tarif parkir motor saja sebelum satu jam biayanya Rp 2000, sekarang lewat dari satu jam kena biaya lagi. Itu salah satu orang malas untuk datang,” paparnya. [mar]

