Copot KWH Pra Bayar Tanpa Pemberitahuan

Alat KWH dicopot, Pelanggan: PLN Bagan Batu mirip Mafia !

Alat KWH dicopot, Pelanggan: PLN Bagan Batu mirip Mafia !

Tasno (berbaju coklat) berdebat dengan petugas PLN yang bersandar di sepeda motor | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Bagan Batu - Belasan warga Desa Bahtera Makmur Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Senin (12/01/15) mengamuk serta memaki petugas esksekutor dari pihak PLN Rayon Bagan Batu, yang dianggap oleh pelanggan PLN mencabut alat KWG di rumahnya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Warga yang mengamuk itu belakangan diketahui adalah merupakan warga sekitar yang mengaku simpatik dengan pemilik rumah yang KWH nya dibuka oleh petugas PLN, tanpa ada pemberitahuan alias tak mau tahu dengan pemilik rumah.

Pasalnya, berdasarkan penuturan Tasno (39), yang tak lain adalah pelanggan PLN, Ia mengaku heran disebabkan oleh padamnya lampu maupun setrika pakaian yang sedang digunakan mendadak padam.

Sontak saja, terlintas di pikirannya (Tasno) kalau hal itu terjadi dikarenakan oleh pemakaian arus yang melewati batas dan membalikkan saklar MCB di Kwh pada posisi off.

"Namun setelah saya chek, ternyata di depan rumah, saya melihat petugas PLN sedang melakukan pemutusan arus listrik saya dengan membuka Kwh," ujar Tasno di teras kediamannnya.

Lanjutnya, ia kemudian mempertanyakan tentang mengapa dilakukannya pemutusan dengan membuka Kwh. "Kok main putus saja pak? Tanpa memberi tahukan apa masalahnya kepada saya," tutur Tasno menceritakan ulang peristiwa pemutusan itu.

Dari pertanyaan Tasno itu, lanjutnya, petugas itu mengaku melakukan pemutusan karena ada aliran arus listrik ke rumah sebelah. "Padahal itukan rumah saya juga, dan bahkan Kwh itu, persilnya atas nama saya," bebernya.

Padahal, kata Tasno, Kwh itu adalah Kwh jenis prabayar. "Artinya, kan tidak ada tunggakan ataupun denda yang mungkin menjadi penyebab diputusnya Kwh ini. Jadi, kalau karena arus yang disambungkan ke rumah saya yang di sebelah, kan seharusnya yang diputus itu kabel penyambungnya saja," ungkap Tasno dengan nada yang sangat kesal.

Dirinya juga merasa sangat dilecehkan dengan tindakan yang dilakukan pihak PLN Rayon Bagan Batu itu, karena tidak adanya pemberitahuan kepada dirinya.

"Bagaimana saya tak merasa dilecehkan. Setelah diputus, baru diberitahukan kepada saya penyebabnya. Padahal, saya berada di rumah. Kenapa saya tak dipanggil saja? Saya tak terima atas tindakan pihak PLN yang seperti mafia ini, dimana yang katanya pelayanan PLN dengan ramah itu," tanyanya dengan jengkel.

Sementara saat pimpinan PLN Rayon Bagan Batu, Said Murtaja, melalui Adm Supervisor, Fauzar Zein mengatakan bahwa, tindakan yang dilakukan pihaknya sudah sesuai prosedur.

"Yah, tindakan yang dilakukan oleh petugas kita di lapangan sudah sesuai berdasarkan peraturan," pungkas Fauzar. [bim]

Tags :# ekonomi