Disketapang Pekanbaru Serahkan Bantuan Penanganan Kerawanan Pangan ke Kelompok Tani

Disketapang Pekanbaru Serahkan Bantuan Penanganan Kerawanan Pangan ke Kelompok Tani

Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, menyerahkan bantuan penanganan kerawanan pangan.

Beritariau.com, Pekanbaru - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, menyerahkan bantuan penanganan kerawanan pangan untuk masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani (KT) dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Bantuan ini dilakukan atas kerjasama dan support dari Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PKS Hamdani, melalui pemanfaatan dana aspirasi ataupun pokok-pokok pikiran belanja pendukung pertanian untuk ketahanan pangan. 

Giat ini berlangsung di beberapa titik terhadap penerima manfaat berjumlah 7 kelompok dengan rincian 5 KWT dan 2 KT. Kegiatan ini berlangsung secara maraton dimulai Rabu (27/7/2022) yang lalu hingga hari ini Minggu (31/7/2022). 

"Pelaksanaan secara memadai, pertama kali dipusatkan di KWT Berkah Berseri yang beralamat di Jalan Rajawali 2 Kelurahan Perhentian Marpoyan, Pekanbaru," kata Alex, Minggu (31/7/2022).

Adapun penerima manfaatnya adalah  Kelompok Wanita Tani Berkah Berseri dan KWT Rambah Bersama. 

Lalu sesi kedua di Jalan Karmila 4 Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, dengan penerima manfaat adalah KT. Suka Makmur I. 

Sesi ketiga dipusatkan di Perumahan Permata Ratu Kelurahan Tangkerang Labuai dengan penerima manfaat adalah KT. Tani berdaya, 

Keempat berlokasi di Jalan Melati 1 Kelurahan Sidomulyo Timur dengan penerima manfaatnya adalah KWT Mustika. Titik kelima dipusatkan di Jalan Dwi Utama Raya Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya dengan penerima manfaat KWT Utama Permai dan terakhir di Jalan Lele Kelurahan Tangkerang Barat dengan penerima manfaat adalah KWT Mekar Wangi. 

Giat tersebut turut disaksikan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan kota Pekanbaru, Pejabat Pemerintahan terdepan di lokasi-lokasi penerima manfaat, ketua forum RT RW, tokoh masyarakat dan anggota yang tergabung dalam Kelompok Penerima Manfaat.

Kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat yang aktif dilakoni Disketapang belakangan ini telah menarik perhatian dari DPRD Pekanbaru, yang memutuskan dana aspirasinya untuk Program Penanganan Kerawanan Pangan. 

Bantuan yang diberikan cukup beragam berupa bibit tanaman yang terdiri dari bibit bawang, benih cabe rawit, benih terong, jagung, pare dan timun. 

Selain bibit tanaman juga ada bibit Ikan lele, Doc ayam buras lengkap dengan pakannya. Lalu ada Infrastruktur pendukung diantaranya Bak Pemeliharaan Ikan Fiber, Gerobak Sorong, Rumah Bibit, kandang ayam, mulsa dan polybag. Tak sampai disitu juga ada belanja pendukung lainnya seperti tanah hitam, pupuk kandang,  dolomit, urea, insektisida dan NPK.

Alek menyebutkan bahwa giat ini adalah tindaklanjut atas kegiatan jaring aspirasi dari anggota DPRD.

"Pemerintah Daerah sangat membutuhkan dukungan sinergitas dari pihak legislatif salah satunya untuk giat strategis kita siang ini," ucap alex.

Lebih lanjut alex menyebutkan bahwa  Program Penanganan Kerawanan pangan adalah suatu strategi untuk antisipasi kondisi ketidakcukupan pangan yang dialami daerah, masyarakat, atau rumah tangga, karena alasan ekonomi/kemiskinan (kronis), dan dapat pula terjadi akibat keadaan darurat seperti bencana alam maupun bencana sosial (transien). 

Bahkan alex tidak menampik bahwa masalah rawan pangan akan selalu ada, maka perlu dicari konsep penanganannya yang efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dan sitausi yang ada. 

Sehingga Penyerahan bantuan kepada para kelompok tani dan Kelompok Wanita tersebut bertujuan dalam menciptakan Kawasan Mandiri Pangan untuk selanjutnya dapat mensejahterakan dan meningkatkan kehidupan para petani yang ada di Kawasan penerima manfaat. 

“Giat siang ini esensinya adalah dalam rangka Pembinaan dan pelatihan optimalisasi pemanfaatan pekarangan dengan budidaya tanaman sayuran, buah, umbi-umbian, peternakan kecil dan perikanan untuk ketersediaan pangan keluarga dan menambah pendapatan keluarga,” tandasnya.

Dia juga mengapresiasi pemanfaatan dana aspirasi Anggota DPRD Hamdani lewat Program strategis yang ada di Disketapang Pekanbaru.

"Kami mengapresiasi dan terimakasih kepada Bapak Hamdani atas sinergitas dana pokirnya untuk insan pangan lewat Disketapang Pekanbaru" ujarnya lagi.

Tak sampai disitu, Alex menuturkan bahwa Disketapang dibawah naungannya secara konsisten aktif dalam Pembangunan Ketahanan Pangan yang dipetakan dalam Peningkatan Produktivas dan Kesejahteraan Pelaku Usaha Pangan; Revitalisasi dan Penguatan Kelembagaan petani dan pelaku usaha pangan, pengembangan usaha tani berbasis agroindustry yang eduitainment serta  pengembangan teknologi informasi dan infrastruktur yang memadai dalam optimalisasi pembangunan ketahanan pangan.

Tak salah kiranya, sehingga kegiatan strategis yang melibatkan pemberdayaan masyarakat tetap menjadi perhatian utama Disketapang dibawah kepemimpinannya dari tahun ke tahun, terutama pada tahun 2022 ini. 

Sebut saja seabrek program-program yang ditaja seperti Pekan Pangan Madani, Optimalisasi Kawasan Mandiri Pangan (KAMAPAN), Optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Optimalisasi Penyediaan Database ketahanan pangan yang terintegrasi beserta informasi edukasi yang memadai bagi seluruh stakeholder. Teranyar ungkap Akur lagi bahwa dalam rangka visualisasi hasil analisis ketahanan dan kerentanan pangan Kota Pekanbaru Tahun 2021 se Kelurahan di kota Pekanbaru dan memudahkan pemetaan serta dapat diakses oleh publik maka telah dibuat apilkasi webgis dengan nama siDIVA (aplikasi Digital FSVA). Semua adalah bukti komitmen Dinas Ketahanan Pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan yang lebih memadai lagi.

Alex mengakui bahwa petani di Pekanbaru memang tak banyak, sebagai ibu kota Provinsi Riau bahan pangan utama banyak dipasok dari provinsi dan daerah tetangga tetapi dia menyatakan kegiatan yang bersifat pemberdayaan kepada pelaku usaha pangan akan tetap eksis agar petani yang sedikit tersebut tidak menghilang dari bumi smartcity madani ini.

“Kami tahu Pekanbaru bukanlah daerah sentra produksi dan petani kami tidak banyak. Tapi kami tidak ingin Pak Tani yang sedikit tersebut perlahan menghilang, makanya kegiatan Pemberdayaan akan selalu ada agar mereka dapat produktif dan eksis di tengah hiruk pikuk profesi lainnya," cetusnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Hamdani berharap bantuan pertanian untuk ketahanan pangan ini dapat mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan yang ada di Kota Pekanbaru. 

Hamdani berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para kelompok tani dan kelompok Wanita tani dan dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Lebih lanjut Hamdani mendorong masyarakat bisa menggarap sektor pertanian dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan atau pekarangan kosong yang dimiliki. 

Lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan bisa digunakan untuk ketahanan dan ketersedian pangan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Semoga bantuan ini dapat menambah semangat kerja anggota kelompok penerima manfaat sehingga dapat meningkatkan produktivitas untuk wujudnyata ketahanan pangan di tingkat keluarga," harapnya.

Hamdani juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan berharap program-program di sektor pangan dan pertanian terus dapat dijalankan untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. 

Bahkan menurut dia, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjaga ketahanan pangan ketika dilaksanakan secara terencana dan konsisten. 

“Stimulus bantuan bibit ini hanya stimulus, yang kami inginkan agar masyarakat konsisten menggarap bantuan ini sehingga masyarakat mempunyai sumber pangan yang berkelanjutan," pungkasnya. (*)